Tips Otomotif

Antisipasi Area Blind Spot pada Truk, Berikut Cara Menyalip

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Minggu, 06/10/2019 15:22 WIB
Antisipasi Area Blind Spot pada Truk, Berikut Cara Menyalip Truk dan bus menjadi kendaraan dengan blind spot paling besar. (Foto: CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Blind spot atau titik buta pengemudi dapat menjadi ancaman bagi pengguna jalan raya lain. Blind spot ini bisa diartikan saat pengemudi mobil tidak melihat atau menyadari keberadaan kendaraan lain yang ada di sekitarnya.

Umumnya semakin besar dimensi mobilnya, semakin besar pula titik buta tersebut. Truk dan bus menjadi kendaraan dengan blind spot paling besar.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan setiap pengguna jalan harus tahu area blind spot, terutama saat berhadapan dengan kendaraan besar.


Penjelasan Jusri, area titik buta paling besar truk ada tepat di belakang bak. Kemudian ada pilar A dan tepat di sebelah kanan sopir dan depan juga merupakan titik buta truk.

"Paling besar blind spor truk itu bisa dibilang hampir 100 persen ada di belakang," kata Jusri saat dihubungi lewat sambungan telepon,.

Ia mengatakan pada area tersebut pengemudi lain yang menggunakan kendaraan lebih kecil harus berhati-hati, atau paling tidak menjauh. Jika ada di belakang truk, pengendara bisa memperlambat laju kendaraannya untuk menjaga jarak dari truk setidaknya menggunakan prinsip tiga detik.

Untuk menyalip truk di jalan raya pun ada caranya untuk menghindari kecelakaan. Sebab menurutnya menyalip truk tidak seperti mendahului kendaraan berpenumpang pada umumnya, karena dimensi truk yang besar.

Pertama, sebelum menyalip truk pastikan dahulu jalan dari arah berlawanan sangat aman, tidak ada kendaraan yang akan datang dari arah depan. Menyalip truk juga jangan di tikungan, tanjakan, maupun turunan.

Kedua, pastikan bahwa sopir truk tahu keberadaan kita. Hal tersebut bisa dipastikan melalui kaca spion truk. Jika dari spion truk terlihat wajah sopir atau kepalanya, berarti kita bukan berada pada titik buta truk.

"Baru setelah itu kita klakson dahulu, jika sopir menoleh, berarti sopir truk tahu dan melihat keberadaan kita. Baru deh kita kasih sein kanan dan menyalip segera," ujar Jusri.

Jusri menambahkan untuk kembali ke lajur semula, perhatikan spion tengah mobil kita. Jika sudah terlihat ban depan truk, baru kita masuk ke jalur kiri.

"Lewati dulu cek kaca spion tengah, spion tengah ya. Kalau sudah keliatan ban depan dengan jelas baru masuk lagi. Karena depan truk itu jadi area buta sopir truk, makanya harus hati-hati," tutup Jusri. (ryh/mik)