Zaky menjelaskan pada 2009, ketersediaan talenta digital di Indonesia sangat sedikit. Bahkan kesulitannya itu membuatnya cukup frustasi untuk mencari software engineer.
"Saya ingat lowongan pekerjaan software engineer pertama yang saya posting di Kompas atau JobsDB, tidak ada tanggapan dalam enam bulan. Itu waktu yang gila, sangat sulit mempekerjakan talenta," kata Zaky disela perhelatan Tech in Asia Conference 2019 di JCC, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Menerka Pecah Gelembung Startup Berikutnya |
Hal itu terbukti dari puluhan ribu lamaran pekerjaan yang diterima Bukalapak setiap bulannya.
Bagi Zaky, kelimpahan talenta digital merupakan peluang bagi startup di Indonesia.
"Saya justru berpikir kalau celahnya ada di sisi pendiri [startup]. Kita memiliki banyak sekali talenta. Saya bisa sebut ITB, UI, atau Binus, mereka setiap tahun melahirkan ribuan talenta yang baik," ungkap Zaky.
[Gambas:Video CNN] (jnp/evn)