NASA 'Pede' Misi SpaceX Meluncur ke Luar Angkasa Awal 2020

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 14:31 WIB
NASA 'Pede' Misi SpaceX Meluncur ke Luar Angkasa Awal 2020 Ilustrasi. (SpaceX-Imagery/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antarika Amerika (NASA) percaya diri kapsul Crew Dragon yang bakal mengangkut astronaut Amerika dan warga negara biasa dapat meluncur dengan roket berawak SpaceX ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada awal tahun 2020.

Hal itu disampaikan Administrator NASA Jim Bridenstine saat mengunjungi markas SpaceX bersama dua astronaut Amerika, Bob Behnken dan Doug Hurley di Hawthorne, California.

"Kami sangat yakin bahwa pada awal tahun depan, NASA dan SpaceX dapat meluncurkan astronaut Amerika. Kami berharap semuanya berjalan sesuai dengan rencana," kata Bridenstine dikutip Tech Crunch.


Pendiri dan CEO SpaceX Elon Musk menyebut kapsul Crew Dragon telah berhasil menjalankan serangkaian tes drop menggunakan sistem parasut Mark 3. Keberhasilan uji coba ini pun menjadi indikator NASA bahwa Crew Dragon siap meluncur ke ISS.
NASA telah menandatangani kontrak dengan SpaceX dan Boeing untuk mengembangkan kapsul berawak yang akan meluncurkan astronaut Amerika ke ISS menggunakan fasilitas dari Amerika sendiri seperti dilansir Slashgear.

Sebelumnya, NASA telah mengizinkan warga negara biasa untuk berlibur di ISS selama sebulan dengan total biaya sekitar Rp840 miliar.

Biaya bermalam di ISS akan dikenai sekitar US$35 ribu per malam atau sekitar Rp497,2 juta. Dengan demikian, biaya permalam di ISS selama sebulan mesti menelan biaya sekitar US$1,05 juta atau Rp14,9 miliar.
Biaya ini belum ditambah biaya perjalanan ke ISS yang jauh lebih mahal lagi. Perjalanan ke ISS menggunakan wahana Boeing atau SpaceX itu menelan biaya US$58 juta atau Rp824 miliar per kursi untuk perjalanan pergi pulang. Sehingga total biaya untuk perjalanan ini mencapai US$59,05 juta atau sekitar Rp840 miliar.

Selain itu, NASA juga masih akan membebani biaya makan, minum, penyimpanan, dan biaya komunikasi pengujung di ISS.

Saat ini, Boeing dan SpaceX tengah mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersil ini. SpaceX mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.

Kedua perusahaan juga dituntut untuk kembali menerbangkan astronaut ke ISS dari tanah AS untuk pertama kalinya. Sebab, dalam satu dekade terakhir, AS tergantung pada Rusia untuk menerbangkan astronaut mereka ke orbit. (din/age)