Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G

CNN Indonesia | Sabtu, 12/10/2019 07:54 WIB
Huawei Indonesia Janjikan Latih SDM Sebelum Terapkan 5G Ilustrasi 5G. (AFP PHOTO / Pau Barrena)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei Indonesia menyatakan sampai saat ini masih ada kesenjangan antara ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia dan perkembangan konektivitas 5G. Alhasil, Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia, Mohammad Rosidi, menjanjikan bakal memberikan pelatihan sebelum menerapkan sistem 5G di Indonesia.

"Jadi pada saat kita bicara soal 5G dan SDM, misal ada teknologi baru itu memberikan suatu pelatihan atau sosialisasi. Kesenjangan pasti ada tapi kita harus lihat seberapa jauh kesenjangan ini," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Jumat (11/10).
Ditanya seberapa besar kesenjangan itu, Rosidi tidak menyebutkan angka pasti. Sebab menurut dia hal itu tergantung pada seberapa cepat masyarakat dapat mengadopsi teknologi ini.

Dia menambahkan Huawei sebagai penyelenggara jaringan 5G akan melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) untuk mempersiapkan SDM sebelum menerapkannya.


"Selain itu, kalau berbicara soal SDM, kita [Huawei] sebagai owner atau penyelenggara teknologi 5G pasti kita sebelumnya membuat Research & Development," ujar Rosidi.

Jika ditilik dari sisi pemerintah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan komersialisasi 5G di Indonesia belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Penyebabnya, adalah pemerintah menilai belum tentu masyarakat mau mengeluarkan biaya lebih demi kecepatan jaringan 5G.
Dia mengatakan sistem 5G bisa digunakan oleh korporasi karena mereka akan membuat perhitungan selama ada keuntungan bisnis.

Kendati demikian, Kemenkominfo menegaskan seluruh operator harus siap untuk menerapkan 5G di Indonesia walaupun belum ada kepastian waktu. (din/ayp)