Indosat Jual 3.100 Menara Raup Rp6,39 T

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 10:20 WIB
Indosat Jual 3.100 Menara Raup Rp6,39 T Ilustrasi (CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indosat Ooredoo mengatakan pihaknya telah menjual menara telekomunikasi sebanyak 3.100 menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), pada Selasa (14/10) kemarin.

President Director sekaligus CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama menyebut Mitratel telah memenangkan 2.100 menara sedangkan Protelindo sebanyak 1.000 menara, dengan total transaksi Rp6,39 triliun.

Dia menyatakan Indosat akan kembali menyewa menara-menara tersebut selama 10 tahun dari masing-masing pembeli, bersamaan dengan dilakukannya penyelesaian transaksi.


"Transaksi ini memungkinkan Indosat Ooredoo untuk mempercepat pelaksanaan strategi kami, terutama untuk meningkatkan pengalaman bagi pelanggan. Kami telah menempatkan portofolio bersama dua penyedia menara Mitratel dan Protelindo, dan akan menyewa kembali dengan persyaratan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kami secara berkelanjutan," kata Neama kepada awak media di kantor Indosat Ooredoo, Jakarta, Selasa (15/10).

Selain itu kata Neama, hasil penjualan menara bakal diperuntukkan untuk kebutuhan investasi perusahaan yakni memperluas ekspansi jaringan 4G di Indonesia. Indosat pun menargetkan dana Rp6,39 triliun akan masuk ke perusahaan akhir tahun 2019.

"Hasil penjualan diperuntukan bagi kebutuhan investasi perusahaan, 4G menjadi bagian dari investasi ini. Selain itu, kami menargetkan transaksi akan selesai pada akhir tahun 2019 ini," terang Neama.

Menyoal ekspansi jaringan 4G, pada April 2018 lalu, Indosat telah mengalokasikan Rp8 triliun untuk belanja modal perusahaan. Setidaknya 80 persen dari alokasi belanja modal itu akan digunakan untuk investasi jaringan.

Dengan demikian, dari total Rp8 triliun, Rp6,4 triliun di antaranya digunakan untuk perluasan jaringan 4G. sementara 20 persen sisanya akan digunakan untuk investasi non jaringan seperti kebutuhan teknologi informasi (TI). (din/eks)