NASA Rilis Kostum Antariksa untuk Misi Bulan 2024

CNN Indonesia | Rabu, 16/10/2019 19:56 WIB
NASA Rilis Kostum Antariksa untuk Misi Bulan 2024 Kostum astronaut terbaru untuk misi ke Bulan 2024. (Foto: NASA/Joel Kowsky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) meluncurkan desain setelan khusus untuk misi ke bulan pada 2024 mendatang. Setelan yang dinamakan xEMU (Extravehicular Mobility Unit) ini dirilis dalam dua model prototipe.

Setelan Orion Crew Survival System (OCSS) yang berwarna oranye digunakan saat peluncuran saat memasuki kembali pesawat ruang angkasa Orion. Sementara setelan berwarna layaknya bendera Amerika Serikat (putih, merah, dan biru) digunakan saat berjalan di atas permukaan Bulan. 

Desain prototipe ini merupakan hasil peningkatan dari desain baju luar angkasa sebelumnya yang telah digunakan oleh para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).


NASA menunjukkan aspek fleksibilats setelan kedua prototipe baju astronaut saat dipamerkan di kantor pusat pada Selasa (15/10). Setelan ini membantu para astronaut untuk menekuk pinggang saat berjalan di luar angkasa (space moon).

Mengutip CNet, prototipe setelah baru ini juga dilengkapi desain yang dibuat nyaman di bagian kaki agar bisa berjalan dan berlutut. Aspek fleksibilitas kostum astronaut di bagian kaki menjadi salah satu yang terpenting. Pada tahun '60-an dan '70-an awak misi Apollo sering jatuh ketika mengenakan setelah khusus saat berjalan di permukaan Bulan.

xEMU didesain agar tahan dengan kondisi lingkungan di Bulan. Setelan generasi baru ini diklaim mampu bertahan di suhu ekstrem antara 250 hingga -250 derajat Fahrenheit.

Kendati demikian, NASA mengakui jika setelah xEMU ini masih membutuhkan sejumlah peningkatan sebelum benar-benar bisa digunakan oleh para astronaut.

Dilansir The Verge, xEMU ditargetkan rampung pada 2021 utuk bisa diuji coba menggunakan baterai.

Pada Maret lalu NASA sempat memutuskan untuk membatalkan rencana space walk yang beranggotakan dua astronaut perempuan. Pembatalan tersebut dilakukan lantaran variasi ukuran setelan kostum astronaut tidak memadai.

(ndn/evn)