Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang Tak Punya Mobil

CNN Indonesia | Selasa, 22/10/2019 16:55 WIB
Sri Mulyani, Menteri Keuangan yang Tak Punya Mobil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sri Mulyani Indarwati yang terpilih kembali menjabat Menteri Keuangan periode 2019-2024 di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui tidak memiliki satu pun kendaraan atas nama dirinya berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per Maret 2019.

Dalam laporan LHKPN total kekayaan Sri Mulyani berjumlah Rp46.608.517.726. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu banyak menginvestasikan penghasilannya pada tanah dan bangunan yang nilainya Rp37,9 miliar.




Selain itu Sri Mulyani juga memiliki harta berupa surat berharga Rp12,6 miliar, kas atau setara kas Rp5,57 miliar, dan harta bergerak Rp415 juta. Sementara pada kategori alat transportasi dan mesin tidak tercatat kepemilikan apapun.

Kendati tidak punya mobil, pekerjaan Sri Mulyani sebagai menteri bakal didukung mobil dinas menteri yang baru, yaitu Toyota Crown 2.5 HV G-Executive. Pada September lalu Toyota Astra Motor sudah menyerahkan 101 unit mobil itu kepada negara sesuai pesanan Kementerian Sekretariat Negara.

Sri Mulyani terakhir tercatat memiliki kendaraan atas namanya dirinya pada laporan LHKPN per 2016. Pada laporan itu dia punya satu unit Toyota Camry buatan 2009 dengan nilai Rp450 juta, namun status sedan menengah yang diperoleh pada 2009 tersebut sudah dihapus dengan alasan dijual.

Berdasarkan data LHKPN pada 2004, Sri Mulyani diketahui sempat memiliki Toyota Kijang buatan 1998. Mobil ini ditaksir memiliki nilai jual Rp50 juta.

Kijang itu merupakan satu-satunya mobil Sri Mulyani saat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas era Presiden ke-6 Susilo Bambamg Yudhoyono (SBY).

Sri Mulyani hari ini dipanggil Jokowi untuk menghadap di Istana Negara. Ia sudah mengungkap diminta kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Usai bertemu Jokowi, dia mengatakan diminta terus memperbaiki ekonomi Indonesia. Jokowi juga meminta terus mendorong penciptaan lapangan kerja dan menjadikan ekonomi Indonesia tumbuh berkualitas.

"Jokowi meminta saya. Saya tetap ditugaskan Menteri Keuangan," katanya. (ryh/fea)