Tugas Menperin Agus Gumiwang Pegang Kemudi Otomotif Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 15:17 WIB
Tugas Menperin Agus Gumiwang Pegang Kemudi Otomotif Indonesia Mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita yang resmi menjabat sebagai Menteri Perindustrian punya tugas penting sebagai pembina perkembangan otomotif Indonesia. Dia bakal melanjutkan karya pejabat sebelumnya, Airlangga Hartarto, yang merupakan bosnya di Partai Golkar.

Airlangga, Ketua Partai Golkar, kini mengemban tugas baru, yakni sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Selama menjabat Menteri Perindustrian, Airlangga belum bisa 100 persen menjalankan peta jalan industri otomotif.

Berikut pekerjaan rumah Agus soal industri otomotif Indonesia:



Mengawal Elektrifikasi

Indonesia sudah mulai masuk ke era elektrifikasi kendaraan. Menurut peta jalan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang sudah diumumkan isinya menyebut pada 2025 target produksi mobil listrik mencapai 20 persen dari jumlah produksi nasional.

Sedangkan target sepeda motor listrik sebesar 2 juta unit atau 20 persen dari total produksi roda dua di Indonesia yang prediksinya menyentuh 10 juta unit pada tahun 2025.

Target tersebut bukan hanya meliputi kendaraan listrik, tetapi juga hybrid dan plug-in hybrid.

PPnBM

Selain itu ada satu hal yang paling ditunggu produsen otomotif dalam negeri yaitu regulasi harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Regulasi ini disebut bakal membuka penjualan mobil lebih luar sebab variasi seperti sedan, station wagon, dan 4X4 harganya bisa jadi lebih terjangkau.

Selain itu harmonisasi PPnBM juga dipercaya bikin mobil ramah lingkungan harganya makin murah sebab beban tarif ditetapkan berdasarkan emisi gas buang.

Tekan Impor

Target ambisius tersebut bisa menjadi bumerang jika pemerintah tidak siap memberi pengawalan. Target produk listrik berkembang di Indonesia justru berpotemsi membuat Tanah Air jadi serbuan produk otomotif impor.

Tangan dingin Agus diharapkan mampu membuat ekosistem mobil listrik sejalan dengan kapasitas produksi di dalam negeri. Orientasi pengembangan kendaraan listrik mesti rakitan lokal, termasuk industri komponen pendukungnya.

Menjaga Penjualan Kendaraan

Selama Joko Widodo (Jokowi) menjabat Presiden Indonesia pada 2014-2019 penjualan mobil di dalam negeri tidak pernah mencapai rekor.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) bahkan terpaksa merevisi target penjualan pada tahun ini dari 1,1 juta unit menjadi 1 juta unit sebab selama delapan bulan hasilnya tidak memuaskan.

Kondisi negara selama lima tahun ke belakang dianggap tidak mampu mendongkrak daya beli masyarakat terhadap produk otomotif. Oleh sebab itu dibutuhkan terobosan baru pemerintah agar tren itu bisa menjadi positif.

Terobosan yang bisa dilakukan misalnya menciptakan pasar baru seperti sudah dikerjakan pemerintah pada 2013 lalu dengan Low Cost Green Car (LCGC). Pasar LCGC saat ini menopang sekitar 20 persen penjualan mobil nasional selama lima tahun ke belakang.

Investasi

Airlangga pernah menyatakan pada Agustus lalu target investasi otomotif di Indonesia selama lima tahun ke depan adalah Rp100 triliun. Investasi itu kebanyakan bakal dipakai untuk elektrifikasi.

Investasi pada bidang otomotif dipercaya bakal terus tumbuh untuk beberapa tahun ke depan sebab bakal ada perubahan besar dari transisi mesin konvensional ke serba listrik.

Kemenperin harus memastikan perubahan pola industri otomotif Indonesia ini tidak merugikan banyak pihak. Ancaman banyak produsen bisa gulung tikar karena transisi itu sudah di depan mata, maka Kemenperin sebagai pembina semestinya memberi arahan dan solusi kepada mereka. (ryh/fea)