Menperin Agus Gumiwang Tak Punya Harta Berupa Mobil dan Motor

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 18:49 WIB
Menperin Agus Gumiwang Tak Punya Harta Berupa Mobil dan Motor Politisi partai Golkar yang juga mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang melambaikan tangan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita punya kesamaan dengan Menteri Sri Mulyani yaitu sama-sama tidak memiliki kendaraan. Hal itu diketahui berdasarkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Menurut LHKPN per Maret 2019, Agus tidak punya mobil ataupun sepeda motor kendati total kekayaannya mencapai Rp220,3 miliar. Sebagian besar kekayaannya berupa tanah dan bangunan senilai Rp110,4 milar.

Bila ditelusuri ke belakang, Agus sebenarnya pernah punya kendaraan yaitu sepeda motor merek China bernama Chunlan. Motor tersebut merupakan aset Agus saat menjabat sebagai anggota DPR.


Laporan LHKPN Agus pada Agustus 2010 menyebutkan bahwa Chunlan itu diproduksi pada 2000 yang diperoleh pada 2001. Taksiran nilainya pada saat itu Rp5 juta.

Selain Chunlan, Agus juga pernah memiliki mobil BMW produksi 2009 yang saat itu nilainya mencapai Rp2,3 miliar. Mobil lain yang pernah dipunyai yaitu Hyundai 2009 senilai Rp246 juta.

Satu motor dan dua mobil itu terus menjadi aset Agus hingga 2015. Namun pada laporan LHKPN 2018 ketiga kendaraan politikus Partai Golkar tersebut lenyap.

Tidak ada satu pun kendaraan tertera dalam LHKPN Agus per Desember 2018. Saat itu Agus sudah menjabat sebagai Menteri Sosial menggantikan Idrus Marham yang tersandung korupsi.

Agus Gumiwang dilantik hari ini oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (23/10) di Istana Negara. Ia menggantikan posisi Airlangga Hartarto yang menempati pos baru di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Menurut Agus ia dipercaya untuk meningkatkan industri Indonesia khususnya pada bidang manufaktur.

"Beliau beri tugas kepada saya yang berkaitan dengan membangun sumber daya manusia, segala bidang dan juga menugaskan berkaitan dengan pentingnya kita melakukan transformasi manufaktur," kata Agus, Selasa (22/10). (ryh/fea)