Hari Pertama, Menkominfo Johnny Ambisi Lahirkan Hectacorn

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 15:55 WIB
Hari Pertama, Menkominfo Johnny Ambisi Lahirkan Hectacorn Menkominfo, Johnny G Plate (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) periode 2019-2024 Johnny G. Plate berambisi Indonesia akan memiliki perusahaan startup dengan status hectacorn atau memiliki valuasi US$100 miliar.

Selain itu ia juga berambisi untuk melahirkan lebih banyak perusahaan unicorn dengan valuasi US$1 miliar.

Ia mengatakan hal tersebut di hari pertama ia menjabat sebagai Menkominfo. Tepatnya saat upacara serah terima jabatan di Gedung Kemenkominfo.


"Mampu menghasilkan lebih banyak unicorn lebih banyak decacorn dan kalo bisa kita punya startup dengan skala US$100 miliar," kata Johnny saat upacara serah terima jabatan (sertijab), di Gedung Kemenkominfo, Jakarta, Rabu (23/10).

Johnny optimis bisa mewujudkan ambisi untuk melahirkan lebih banyak unicorn dan melahirkan hectacorn. Baginya, Indonesia memiliki potensi besar di sektor ekonomi digital.

"Kalau perlu ada hectacorn. Jadi jangan takut dengan itu. Kita harus mempunyai gagasan-gagasan yang besar. Karena kita punya potensi yang besar. Jangan kita membuat yang besar menjadi kecil," ujar Johnny.

Sebelumnya, Rudiantara di masa awal jabatannya sempat mengumbar bahwa Indonesia akan memiliki lima unicorn dalam lima tahun masa jabatannya. Hal tersebut terwujud setelah satu persatu Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, Gojek, dan OVO mengumumkan diri sebagai unicorn.

Unicorn adalah istlah yang digunakan untuk menjelaskan nilai (valuasi) perusahaan digital yang mencapai US$1 miliar. Baru-baru ini, Gojek bahkan mengumumkan telah mencapai valuasi US$10 miliar alias decacorn.

Google menobatkan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan valuasi mencapai US$40 miliar Rp566,28 triliun (dengan asumsi Rp14.157 per US$).

Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang 40 persen dari total nilai ekonomi internet di Asia Tenggara yang mencapai US$100 miliar.

Angka tersebut meningkat lebih dari lima kali lipat dari US$8 miliar dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49 persen per tahunnya.

Berdasarkan hasil riset, Google memprediksi Indonesia berada pada jalur tepat untuk menembus angka US$130 miliar atau sekitar Rp1,8 kuadriliun pada 2025.

Sebagai perbandingan, negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura memiliki nilai ekonomi internet masing-masing sebesar US$11 miliar dan US$12 miliar pada 2019.

Vietnam menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi internet terbesar kedua setelah Indonesia dengan angka 38 persen. Saat ini Vietnam memiliki nilai ekonomi internet sebesar US$12 miliar, meningkat dari angka US$3 miliar pada 2015. (jnp/eks)