Mobil Dinas Menteri yang Baru Tak Bisa Dibeli Warga Biasa

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 12:36 WIB
Mobil Dinas Menteri yang Baru Tak Bisa Dibeli Warga Biasa Toyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang digunakan menjadi mobil dinas menteri. (Dok. Toyota Astra Motor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil dinas menteri yang baru, Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid, tidak dijual di Indonesia. Pemegang merek Toyota di dalam negeri, Toyota Astra Motor (TAM), menjelaskan, distribusi sedan hybrid itu ke Indonesia cuma untuk memenuhi permintaan mobil dinas menteri.

"Crown tidak dijual untuk konsumen ritel, kami bicara Crown di Indonesia ya," kata Direktur Marketing TAM Anton Jimmy Suwandi saat dihubungi Jumat (25/10).

TAM ditunjuk sebagai penyedia mobil dinas menteri yang baru setelah induk perusahaan, Astra International, memenangkan tender pengadaan kendaraan menteri dan setingkatnya untuk digunakan selama periode 2019-2024.


Dalam tender disebut TAM menyediakan 101 unit Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang dipesan Kementerian Sekretariat Negara. Seluruh unit yang diimpor dari Jepang itu sudah diserahkan ke negara pada akhir September 2019.

Mobil ini menggantikan mobil dinas menteri yang lama, Toyota Crown Royal Saloon, yang telah mengabdi selama satu dekade (2009 - 2019).

Anton menuturkan Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang dibeli pemerintah sama dengan versi konsumen Jepang. Hanya ada sedikit perubahan yang perlu disesuaikan untuk Indonesia terkait posisi pelat nomor.

"Secara umum tidak ada permintaan khusus," kata Anton.

Mobil Dinas Menteri Tak Bisa Dibeli Masyarakat UmumToyota Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid yang digunakan menjadi mobil dinas menteri. (Dok. Toyota Astra Motor)

Fitur Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid

Mobil yang digunakan para menteri merupakan generasi ke-15 Toyota Crown yang telah meluncur pada 2018. Sedan ini dirancang menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA).

Panjang keseluruhan 4,91 m, lebar 1,55 mm, dan tinggi 1,45 m, serta wheelbase 2,92 m. Dimensinya lebih besar dari model generasi sebelumnya yakni 4,87 m, lebar 1,53 m, dan tinggi 1,47 m, serta wheelbase 2,85 m.

Fitur keselamatan pada mobil ini tergolong lumayan lengkap, yakni dua kantong udara di baris depan, lutut pengemudi, hingga jendela samping depan dan belakang.

Selain itu terdapat juga Toyota Safety Sense 2 yang terdiri dari Pre-Collision System (PCS) dan Lane Departure Alert (LDA). Fitur lain yang dimiliki mobil ini di antaranya Automatic High Beam (AHB), Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Blind Spot Monitor (BSM), serta Tire Pressure Warning System (TPWS).

Efisiensi Bahan Bakar

Crown 2.5 HV G-Executive Hybrid menggunakan mesin A25-FXS dengan kapasitas 2.487 cc 4-silinder yang menghasilkan tenaga maksimum 181,4 hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 221 Nm pada 3.800-5.400 rpm.

Untuk tenaga listrik, Crown mengaplikasikan electric motor dengan tenaga 141 hp dan torsi 300 Nm. Mesin itu dipadukan transmisi Electronically Controlled CVT, sedangkan baterai memakai jenis Nickel-metal Hydride (Ni-MH).

Klaim Toyota kolaborasi mesin bensin dan motor listrik membuat konsumsi bahan bakar mencapai 20,8 km per liter. Selain itu kadar emisi gas buang yang keluar sebanyak 112 g per km. (ryh/fea)