Astronom Temukan Planet Kecil Baru, Hygiea

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 11:11 WIB
Astronom Temukan Planet Kecil Baru, Hygiea Ilustrasi. (Foto: dok. ESA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para astronom mengungkap bentuk asteroid besar dapat diklasifikasi ulang sebagai planet kerdil atau menjadi planet terkecil yang ada di dalam tata surya.

Dilansir dari CNN, para astronom menemukan asteroid besar baru di sabuk asteroid yang terletak di antara Mars dan Jupiter. Para astronom mempercayai asteroid Hygiea sebenarnya harus diklasifikasikan sebagai planet kerdil.

Saat ini tidak banyak planet kecil yang terdapat di tata surya. Ada lima asteroid besar yang diklasifikasikan sebagai planet kerdil termasuk Pluto. Status Pluto memang masih jadi perdebatan, sejumlah ilmuwan menganggap Pluto tak termasuk planet, tapi sebagian lagi masih masih menganggapnya sebagai planet kesembilan. Empat asteroid lain yang dianggap planet kecil adalah Ceres di sabuk asteroid, Makemake, Haumea dan Eris.


Pluto adalah planet kerdil yang paling terkenal. Planet ini bahkan lama dianggap sebagai planet kesembilan tata surya kita sampai diturunkan pada 2006.

Saat itu, International Astronomical Union menciptakan definisi baru untuk planet-planet dan memutuskan Pluto tidak cocok dengan undang-undang itu.

Hygiea adalah objek terbesar keempat di sabuk asteroid di belakang Ceres, Vesta dan Pallas. Vesta dan Pallas adalah asteroid besar.

Tetapi pencitraan dan data baru yang disediakan oleh instrumen SPHERE Observatorium Eropa Selatan pada Very Large Telescope telah menunjukkan Hygiea berbentuk bulat.

Ini adalah pertama kalinya para astronom mampu mempelajari permukaan, bentuk, dan ukuran Hygiea dalam resolusi tinggi. Jika dianggap sebagai planet kerdil, Hygiea akan menjadi planet kerdil terkecil di tata surya.


Studi ini dipublikasikan Senin di jurnal Nature Astronomy. Untuk diklasifikasikan sebagai planet kerdil, benda langit harus memenuhi kriteria tertentu. Benda tersebut harus mengorbit mengelilingi matahari dan tidak boleh bulan.

Selain itu, ia tidak boleh 'membersihkan lingkungan' di sekitar orbitnya seperti halnya planet, dan harus dibentuk oleh gravitasinya sendiri menjadi bentuk bulat atau hampir bulat.

"Berkat kemampuan unik instrumen SPHERE pada VLT, yang merupakan salah satu sistem pencitraan paling kuat di dunia, kita dapat menyelesaikan bentuk Hygiea, yang ternyata hampir bulat," kata ketua peneliti Pierre Vernazza dari Laboratoire d.

"Berkat gambar-gambar ini, Hygiea dapat direklasifikasi sebagai planet kerdil, sejauh ini yang terkecil di Tata Surya," tambahnya.

Pengamatan baru membantu para astronom menentukan bahwa Hygiea memiliki diameter 267 mil. Sebagai referensi, Ceres berdiameter 590 mil dan Pluto berdiameter 1.491 mil. Para astronom tidak mengharapkan ini ketika mereka memutar teleskop untuk mempelajari Hygiea. Sebaliknya, mereka berharap menemukan kawah yang besar.

Hygiea termasuk dalam keluarga asteroid besar di sabuk asteroid, di mana 7.000 asteroid berbeda semuanya berasal dari tubuh yang sama yang dulunya jauh lebih besar.

Namun, Hygiea tidak menunjukkan tanda-tanda pembentukan yang sama. Hygiea memiliki dua kawah yang tidak cocok dengan tanda pembentukannya.

"Hasil ini datang sebagai kejutan nyata karena kami mengharapkan kehadiran cekungan besar, seperti halnya di Vesta," kata Vernazza.


"Tak satu pun dari dua kawah ini bisa disebabkan oleh dampak yang berasal dari keluarga Hygiea asteroid yang volumenya sebanding dengan benda berukuran 100 km. Mereka terlalu kecil," kata Miroslav Brož, rekan penulis studi di Institut Astronomi Universitas Charles di Praha, Republik Ceko.

Ini berarti Hygiea memiliki kisah asal yang berbeda dari yang diharapkan. Berdasarkan data mereka, para astronom dapat mensimulasikan teori bahwa Hygiea dan asteroid lainnya adalah hasil dari tabrakan besar sekitar dua miliar tahun yang lalu (age)