Diler Mobil Chevrolet Diprediksi 'Cuci Gudang' Bulan Depan

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 19:31 WIB
Diler Mobil Chevrolet Diprediksi 'Cuci Gudang' Bulan Depan Chevrolet Trax. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai General Motors (GM) memutuskan bakal menghentikan penjualan Chevrolet di Indonesia pada Maret 2020, pihak diler cuma punya waktu lima bulan buat menghabiskan stok unit yang masih tersedia. Proses 'cuci gudang' diprediksi bakal terjadi pada akhir tahun ini sebab pihak diler kemungkinan sudah bersiap menawarkan diskon besar.

Menurut pernyataan salah satu tenaga penjual diler Chevrolet di Jakarta, diskon besar kemungkinan berlangsung pada November 2019.

"Sekarang mobil Chevrolet sudah ada diskon, tapi bulan depan sepertinya potongan lebih besar lagi," kata tenaga penjual itu pada Selasa (29/10).


Agen Pemegang Merek GM di dalam negeri, GM Indonesia, menjual empat model Chevrolet. Pertama Spark yang dilego Rp200,5 juta, lalu ada Trax Rp292,5 juta- Rp318,5 juta, kemudian Trailblazer Rp438,5 juta- Rp480,5 juta, dan pikap Colorado Rp414,5 juta- Rp549,5 juta.

Tenaga penjual tersebut mengatakan diskon terbesar buat produk Chevrolet saat ini yakni Rp35 juta untuk Trax. Sedangkan model lainnya sebesar Rp30 juta buat Trailblazer serta Spark dan Colorado masing-masing Rp20 juta.

"Makanya mungkin akhir bulan depan ini. Karena awal November ini kami [pihak diler] bakal rapat dengan GM soal program penghabisan stok," ungkap dia.

Dari informasi tenaga penjual itu, stok mobil Chevrolet diperkirakan mencapai 300-an unit secara nasional. Berdasarkan jumlah itu Trailblazer dan Trax yang paling banyak tersisa.

"Tapi ya sejak pengumuman kemarin itu yang nanya mobil Chevrolet dan mau beli sudah sangat banyak. Hari ini sudah tujuh orang tanya dan mereka mau tunggu. Mudah-mudahan pada jadi," katanya.

Purna Jual

Keputusan Chevrolet ini mengingatkan cerita hengkangnya Ford pada 2016 dari Indonesia. Ford meminta pihak lain, RMA Indonesia, mengurus layanan purna jual untuk konsumen.

Beda dari Ford, GM Indonesia tetap meneruskan bisnis purna jual hanya saja keagenannya dilepaskan.

"Ya bedanya di situ, Ford dengan pihak lain. Kalau Chevrolet masih GM Indonesia yang tangani," kata tenaga penjual itu.

Tenaga penjual Chevrolet dari diler berbeda turut mengamini hal tersebut. Menurut dia selain masih dipegang penuh GM Indonesia, titik diler dipastikan juga tidak ada yang hilang.

Ia menjelaskan GM akan tetap memanfaatkan diler yang saat ini masih beroperasi untuk kebutuhan penjualan, servis, dan suku cadang.

"Nanti ya tidak berubah meski tidak lagi jualan mobil. Semua diler tahun depan tetap operasi. Kalau saya dengar soalnya sayang, kalau pindah tempat ke lokasi lain walau cuma sewa. Karena kaitannya investasi lagi. Belum perizinan. Makanya tetap menggunakan yang ada," kata dia. (ryh/fea)