NASA Bakal Kirim Robot Pencari Air di Bulan pada 2022
CNN Indonesia
Rabu, 30 Okt 2019 14:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Antariksa Amerika (NASA) bakal mengirim robot pencari air di permukaan Bulan bernama Viper pada 2022 mendatang.
Robot Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (Viper) ini bakal mencari daerah di Bulan yang dinilai menyimpan jutaan ton es, seperti dikutip laman resmi NASA.
Rencananya, VIPER akan sampai di daerah kutub selatan Bulan pada Desember 2022. Dia akan membawa empat instrumen untuk mempelajari kandungan hidrogen dan oksigen pada tanah di wilayah tersebut.
Dua elemen itu adalah komponen dasar air yang bisa dipisahkan dan disintetiskan menjadi bahan bakar bagi pesawat luar angkasa komersial Bumi-Bulan. NASA sendiri merancang Viper seperti robot pembawa bola golf. Robot ini juga dirancang untuk bertahan selama 100 hari di Bulan.
Selama periode itu, Viper akan mengumpulkan data yang digunakan untuk memetakan keberadaan air di Bulan. NASA diketahui juga tengah mulai 'ngebut' untuk menyelesaikan pesawat ulang-alik untuk misi Artemis ke permukaan Bulan.
Berbicara di sebuah panel di Kongres Astronautika Internasional, para perwakilan kontraktor menjelaskan bagaimana proyek bulan dibandingkan dengan pekerjaan mereka sebelumnya untuk NASA.
Banyak dari perusahaan ini mengambil bagian dalam program pesawat ulang-alik juga.
"Karena percepatan jadwal, kami bekerja jauh lebih sebagai tim," kata Victor Alfano, Direktur Senior Program Strategis di Sistem Teknis Nasional.
Tidak seperti program pesawat ulang-alik, yang umumnya berjalan tanpa tenggat waktu yang ketat, NASA mengerahkan sumber dayanya untuk memenuhi tenggat waktu 2024 yang ditetapkan oleh pemerintahan AS Presiden Donald Trump. (din/age)
Robot Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (Viper) ini bakal mencari daerah di Bulan yang dinilai menyimpan jutaan ton es, seperti dikutip laman resmi NASA.
Rencananya, VIPER akan sampai di daerah kutub selatan Bulan pada Desember 2022. Dia akan membawa empat instrumen untuk mempelajari kandungan hidrogen dan oksigen pada tanah di wilayah tersebut.
Lihat juga:Astronom Temukan Planet Kecil Baru, Hygiea |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbicara di sebuah panel di Kongres Astronautika Internasional, para perwakilan kontraktor menjelaskan bagaimana proyek bulan dibandingkan dengan pekerjaan mereka sebelumnya untuk NASA.
Tidak seperti program pesawat ulang-alik, yang umumnya berjalan tanpa tenggat waktu yang ketat, NASA mengerahkan sumber dayanya untuk memenuhi tenggat waktu 2024 yang ditetapkan oleh pemerintahan AS Presiden Donald Trump. (din/age)