Muncul Permintaan Tutup Facebook, Menkominfo Beri Tanggapan

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 10:38 WIB
Muncul Permintaan Tutup Facebook, Menkominfo Beri Tanggapan Menkominfo Johnny G Plate (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberi tanggapan soal permintaan penutupan Facebook. Permintaan ini sempat dilontarkan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat.

Menurut Menkominfo Johnny G. Plate permintaan itu adalah semangat untuk mendorong perkembangan inovasi dan inovator digital dalam negeri. Ia berpendapat pada prinsipnya negara memang harus memiliki keberpihakan terhadap inovator dalam negeri.

"Pada prinsipnya bila ada inovator dalam negeri, pencipta kita prioritaskan. Itu semangat di balik pemblokiran," kata Johnny di Kantor Kemenkominfo, Selasa (29/10).


Johnny berharap semangat mendorong inovasi dalam negeri ini jangan dipandang untuk membatasi industri asing masuk ke Indonesia. Ia mengatakan negara pasti akan memfasilitasi operasi perusahaan digital asing di Indonesia selama mengikuti aturan yang ada.

Akan tetapi di sisi lain, Kemenkominfo dan negara sendiri berharap agar industri ekonomi digital lokal juga bisa berkembang di tengah perkembangan pesat ekonomi digital.

Ia berharap, Indonesia sebagai bangsa dan pasar ekonomi digital yang besar juga harus memiliki pengaruh besar.

"Sebagai bangsa dan pasar yang besar Indonesia kita berharap bahwa, putra putri bisa berkembang dan mengambil bagian di ekonomi digital," kata Johnny.

Johnny optimis platform buatan anak bangsa bisa menunjukkan taji di industri ekonomi digital. Oleh karena itu, ia mengatakan Kemenkominfo fokus untuk mendorong program 1000 startup.

"Kita ingin unicorn kita lebih banyak, kita inginkan uncirn berkembang jadi decacorn, decacorn nanti jangan turun kelasnya, naik kelasnya," katanya.

Gubernur Nusa Tenggara Timut (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat sempat meminta agar Menkominfo menutup Facebook. Hal ini diungkap dalam pertemuan dengan kepala desa, camat, dan bupati se-NTT. Dalam acara itu ia menyebut maksud penutupan agar ke depan Indonesia punya media sosial sendiri, seperti China. (jnp/eks)