Google Dikabarkan 'Caplok' Saham Aplikasi Kebugaran Fitbit

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 16:00 WIB
Perusahaan induk Google, Alphabet dikabarkan tertarik mengakuisisi perusahaan pengelola kebugaran berbasis teknologi, Fitbit. Logo Google. (Google).
Jakarta, CNN Indonesia -- Alphabet, perusahaan induk Google, dikabarkan berniat mengakuisisi perusahaan pengelola kebugaran berbasis teknologi, Fitbit.

Dikutip dari CNN yang melansir Reuters, Fitbit yang selama ini bersaing keras dengan Apple disebut-sebut segera bergabung dengan salah satu pesaing utama perusahaan teknologi yang berpusat di California, Amerika Serikat (AS) tersebut.

Saham Fitbit tercatat melonjak hingga lebih dari 30 persen pada perdagangan intra-hari (intraday) setelah isu akuisisi berhembus.


Dimintai tanggapan terkait aksi akuisisi, baik Google maupun Fitbit menolak berkomentar. Alphabet akan melaporkan pendapatan paling tidak pada pekan ini.

Awal 2019, perusahaan menurunkan harga pada beberapa perangkatnya dan meluncurkan penawaran berlangganan baru yang disebut Fitbit Premium. perangkat ini dilengkapi aplikasi yang memberikan wawasan lebih dalam tentang pola tidur, kebugaran, dan kesehatan secara menyeluruh.

Dukungan pada layanan berlangganan hadir saat Fitbit berupaya bersaing di pasar jam tangan pintar (smartwatch). Berdasarkan laporan terbaru Strategy Analytics, pemimpin di pasar smartwatch secara global saat ini adalah Apple, diikuti Samsung, kemudian baru Fitbit.

Pada Juli 2019, Fitbit memangkas target pendapatan tahunan setelah penjualan smartwatch Versa Lite tak memuaskan.

Guna terus menggenjot pendapatan, Fitbit meluncurkan smartwatch atau health tracker terbarunya, Fitbit Versa 2 pada September lalu. Berbeda dengan seri pendahulunya, Versa 2 dibekali beberapa fitur anyar seperti Sleep Score dan Smart Wake.

Selain kedua fitur tersebut, Fitbit juga bisa digunakan untuk mengatur Spotify. Selain Spotify, Versa 2 pun bisa disambungkan pada Amazon Alexa. Sayangnya, fitur ini tidak tersedia di Indonesia.
[Gambas:Video CNN] (lav/lav)