Tips Otomotif

Mendeteksi Kerusakan Gran Max 1.5L dan Luxio

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 09:47 WIB
Mendeteksi Kerusakan Gran Max 1.5L dan Luxio Komponen connecting rod atau 'stang seher' yang harus diganti. (Foto: CNN Indonesia/ Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilik Daihatsu Gran Max 1.5L dan Luxio bisa mendeteksi kerusakan mesin. Gejala biasanya bakal muncul di awal pada bagian mesin yang mengeluarkan suara 'aneh'.

Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah melakukan penarikan kembali atau recall pada dua mobil tersebut karena cacat produksi connecting rod atau 'stang seher'. Komponen itu disebut riskan patah.

Sudah lima mobil mengalami mesin mati saat jarak tempuh di atas 10 ribu km akibat rusaknya komponen itu. Sedangkan satu mobil lainnya hanya mengeluarkan bunyi tidak normal. Perlu dipahami 'stang seher' pada mesin berguna untuk menghubungkan piston dengan crank shaft.


Technical Services Division Head ADM Anjar Rosjadi mengatakan tanda mesin mengalami kerusakan bisa diketahui dari suara aneh keluar dari ruang mesin saat mobil bergerak.

"Kalau pelanggan jalan di jalan normal (rata) itu akan bisa menimbulkan suara berisik. Lalu kemudian mesin akan mati," kata Anjar di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (1/11).

Hal tersebut, menurut Anjar juga berlaku saat mobil menghadapi jalan menanjak dan menurun. Semua diawali dengan suara berisik dari jantung penggerak.

Namun kata dia pengemudi harus waspada ketika berada di jalan menurun. Sebab saat kondisi mesin mendadak mati, praktis tidak akan ada engine brake untuk membantu pengereman, sementara sistem rem tidak akan berfungsi normal di saat mesin dalam kondisi mati.

Dari hasil investigasi Daihatsu, untuk kasus mesin mendadak mati setelah bunyi berisik saat mobil menempuh kecepatan 40 km per jam hingga 60 km per jam.

Head Product Improvement ADM Bambang Supriyadi mengatakan suara mesin akibat stang seher yang rusak sangat mengganggu. Jadi sangat mudah dibedakan antara bunyi mesin rusak dan berjalan normal.

"Bunyinya gitu 'tektektek', berisik lah. Bunyi itu tidak seperti bunyi mesin normal," ujar Bambang.

Menurut Bambang berdasarkan kasus yang dialami konsumennya, mesin mobil akan bermasalah setelah mobil menempuh jarak lebih dari 10 ribu kilometer.

"Jadi ada yang sudah 14 ribu km lalu bunyi mesinnya. Satu minggu kemudian atau digunakan sejauh 800 sampai 1.000an km, mesin bakal mati mendadak," ucap Bambang.

Baiknya, konsumen segera membawa mobilnya ke bengkel resmi dan tidak perlu menunggu sampai mesin mengeluarkan suara aneh.

"Jadi seandainya konsumen mengalami masalah di jalan terkait hal ini bisa menghubungi bengkel Daihatsu terdekat agar segera bisa membantu konsumen," tutup Anjar. (ryh/mik)