Kapak Batu Fragmen Keramik Ditemukan di Raja Ampat

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 02:58 WIB
Kapak Batu Fragmen Keramik Ditemukan di Raja Ampat Ilustrasi kapak batu. (UGC CNN Student/Hari Suroto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Balai Arkeologi Papua Srici Yulan Sukandar menemukan kapak batu dan fragmen keramik yang diduga berasal dari China dan Eropa di Raja Ampat bagian utara, Papua Barat.

"Saya ketua satu penelitian di wilayah perbatasan di Pulau Vani di Raja Ampat bagian utara, di sana kami mencoba menggali potensi arkeologi," kata Srici di Jayapura seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/11).

pihaknya menemukan kapak batu, dan fragmen-fragmen keramik. Fragmen keramik itu diduga berasal dari China dan Eropa.

Disebutkan, tulisan di fragmen keramik itu diketahui dari bagian bawah, karena ada cap tulisan metenholand.


Selain itu, ada pula alat dari kerang, dan alat dari tulang. Peneliti juga menemukan beberapa situs gua di daerah tersebut yang cukup potensial untuk digali kembali.

"Saya ada rencana juga untuk tahun depan kembali ke sana dan mengadakan penelitian," ujarnya.

Sebagai informasi, Pulau Vani merupakan salah satu pulau terluar di wilayah perbatasan bagian utara Raja Ampat, Sorong, Papua Barat. Maka itu, akses ke pulau tersebut cukup sulit.
Hal ini bukan merupakan penemuan pertama yang berada di Papua. Sebelumnya, peneliti juga menemukan artefak gelang putih dari era prasejarah di situs Fromadi, Pesisir Pantai Sarmi.

Gelang itu terbuat dari kaca dan ditemukan bersamaan dengan artefak prasejarah lain seperti gerabah, kapak batu, manik, dan sisa makanan berupa cangkang kerang.

Pernah pula ditemukan gua hunian prasejarah. Tepatnya terletak 200 meter di sebelah barat Sungai Kalabu dengan kondisi lantai gua tertutup kotoran burung walet, dengan mulut dan halaman gua dalam kondisi kering.


(Antara/lav)