Tren Teknologi

5 Fakta Kerajaan Sriwijaya, Klarifikasi atas Ridwan Saidi

CNN Indonesia | Sabtu, 31/08/2019 16:53 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Arkeolog Bambang Budi Utomo mengklarifikasi pernyataan budayawan Ridwan Saidi. Klarifikasi dari Kepala Badan Penelitian Arkeologi Nasional ini terkait pernyataan budayawan Ridwan Saidi yang menyatakan kalau Kerajaan Sriwijaya fiktif belaka.

Menurut arkeolog yang kerap disapa Tomi, ia menolak mengomentari kasus yang sedang dialami oleh Ridwan. Namun ia memberikan sejumlah klarifikasi yang dapat menyanggah ucapan Ridwan kalau Kerajaan Sriwijaya adalah fiktif.

"Saya perlu mengemukakan supaya orang jangan terjerumus kepada hal yang salah," tuturnya saat dihubungi CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Kamis (29/8).

"Karena itu saya usul ke direktorat sejarah, daripada Ridwan di penjara , lebih baik yang di Youtube itu ditarik saja nanti kalau banyak yang nonton, banyak juga yang terjerumus," lanjutnya.


Pernyataan Kerajaan Sriwijaya fiktif yang dilontarkan Ridwan di salah satu saluran Youtube menjadi ramai diperbincangkan. Ridwan lantar menuturkan kembali sejumlah alasan mengapa ia menganggap kerajaan itu fiktif dalam wawancara dengan CNN Indonesia. 

Tomi lantas meluruskan sejumlah argumen yang diutarakan Ridwan sebagai berikut.

1. Ridwan Saidi: Prasati Kedukan Bukit ditemukan orang Prancis bernama Coedes.

Tomi mengklarifikasi bahwa O. W. Wolters dalam jurnal yang berjudul Studying Srivijaya mengatakan, Prasasti Kedukan Bukit pertama kali ditemukan oleh seorang Belanda bernama Batenburg pada tahun 1920.

Sedangkan Coedès merupakan seorang arkeolog Prancis yang pertama kali menemukan kerajaan Sriwijaya dan memperkenalkannya pada cendikiawan Eropa. Di prasasti tersebut tertulis tanggalan 682 Masehi.

2. Ridwan Saidi: "Prasasti Kedukan Bukit bukanlah bukti adanya Kerajaan Sriwijaya, tapi bukti adanya komunitas spiritual kaum Sheba yang dibawa Ratu Sheba pada abad ke-2."

Tomi mengkonfirmasi pernyataan tersebut dengan menjelaskan prasasti Kedukan Bukit merupakan salah satu dari 3 prasasti Sriwijaya. Prasasti ini tidak berisikan kutukan.

Prasasti Kedukan Bukit berisi tentang kisah Dapunta Hyang yang berhasil membangun perkampungan (awalnya) Sriwijaya dengan penduduk sebanyak 2 laksa (estimasi sekitar 20.000 orang).

Perkampungan tersebut sebelumnya merupakan lokasi yang pernah digunakan Dapunta Hyang untuk mengadakan upacara Waisak.

[Gambas:Video CNN]

Fakta Prasasti Berbahasa Armenia, Bajak Laut, dan I-Tsing

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2