Badrut Tamam, Driver Gojek Peraih Cum Laude S-2 dari Jember

Gojek, CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 17:22 WIB
Badrut Tamam, Driver Gojek Peraih Cum Laude S-2 dari Jember Badrut Tamam adalah driver Gojek yang menuntaskan Program Studi Hukum Keluarga Pascasarjana IAIN Jember. (Foto: Gojek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keterbatasan ekonomi bukan menjadi penghalang seseorang untuk maju dan menggapai cita-cita. Hal ini dibuktikan oleh Badrut Tamam (28) yang menjadi sumber inspirasi banyak orang.

Ia merupakan pengendara Gojek yang menuntaskan Program Studi Hukum Keluarga Pascasarjana IAIN Jember dengan predikat Cum Laude, 12 Oktober lalu.

Kisahnya menjadi viral karena kegigihannya dalam menuntaskan kuliah dengan menempuh perjalanan 30 km dari rumah ke kampus. Badrut juga dengan bangga tetap menggunakan jaket Gojek saat di ruang kuliah.

Pria kelahiran Probolinggo tersebut mengaspal dengan alasan yang sangat sederhana, yaitu ingin menyelesaikan kuliah tanpa bantuan orang tua. 

Bungsu dari empat bersaudara itu ternyata tidak hanya gigih dalam menuntaskan kuliahnya. Namun ia juga ulet membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya melalui pendidikan.



Badrut dan kakaknya mendirikan Yayasan Pendidikan dan Sosial Islam yang menaungi TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) dan RA (Raudhatul Athfal/TK) pada pertengahan 2017.

Mengetahui hal tersebut, Regional Head Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara Alfianto Domy Aji mengatakan pihaknya mengapresiasi semangat belajar yang tinggi dan keinginan Badrut untuk maju serta melakukan sesuatu yang berdampak sosial.

"Badrut mencerminkan sebagai Driver Jempolan, yaitu mitra Gojek yang memiliki rating di atas rata-rata. Memiliki rekam jejak yang bagus dan yang juga penting adalah memberikan pelayanan prima kepada customer atau memiliki kontribusi positif di masyarakat," ujar Domy.

Domy melanjutkan, untuk dapat terus mendukung Badrut menempuh pendidikan dan berkegiatan sosialnya, Gojek memberikan apresiasi dalam bentuk tabungan Gojek Swadaya.

"Semangat dan sikap terpujinya ini mewakili sikap segenap mitra driver Gojek dan kami berharap akan semakin banyak cerita inspiratif yang kami dengar dari para mitra maupun pelanggan."


Sementara itu, Badrut berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Gojek, baik secara moril serta materiil.

"Saya bisa bayar kuliah karena menjadi mitra Gojek, begitu pula ketika saya diwisuda beberapa waktu yang lalu. Banyak mitra Gojek ikut mengantar ke kampus untuk ikut merayakan kebahagiaan yang saya alami. Hal ini tentunya tidak tergantikan oleh materi karena dukungan tersebut saya rasakan secara tulus dan ikhlas," ujar Badrut.

Dirikan Yayasan Pendidikan
Badrut mendirikan yayasan pendidikan dengan didasari keyakinan bahwa pendidikan merupakan hal yang teramat penting. Terlebih mengetahui banyak orang di sekitarnya yang terkendala akses pendidikan.

Keinginan tersebut semakin memuncak dan akhirnya direalisasikan ketika ia dan kakaknya tengah berdiskusi tentang kontribusi yang bisa diberikan kepada bangsa meski dalam keterbatasan yang dimiliki.


Akhirnya mereka bersepakat untuk membuat sekolah berbasis agama di sekitar rumahnya. Walaupun belum memiliki tempat belajar dan mengajar yang memadai, namun berkat semangat dan dorongan swadaya dari masyarakat, proses pembangunan gedung sarana belajar mengajar tengah dilakukan.

"Keterbatasan dan hambatan bukan merupakan halangan. Namun hal tersebut menjadi pemicu dan pemacu agar saya dapat terus bergerak maju," tutup Badrut. (fef/fef)