Kronologi Mobil Tabrak GrabWheels yang Tewaskan 2 Remaja

CNN, CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 18:21 WIB
Kronologi Mobil Tabrak GrabWheels yang Tewaskan 2 Remaja Ilustrasi (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua remaja pengendara GrabWheels tewas ditabrak mobil dari belakang. Kejadian ini terjadi di sekitar Jalan Pintu Satu Senayan yang terletak ada di antara FX Sudirman dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (10/11) dini hari. 

Kecelakaan ini menyebabkan Wisnu Chandra Gunawan dan Ammar Nawwar Tridarma, dua pelajar SMA 31 Jakarta tewas. Selain dua korban tewas, kecelakaan ini juga menyebabkan empat orang rekan Ammar dan Wisnu luka-luka. Keempat korban ini adalah Fajar Wicaksono, Relwandani, Sri Wulansari, dan Bagus Laksono.

"Saya waktu itu jajian naik GrabWheels bareng temen-temen," ujar Fajar membuka pembicaraan saat dihubungi via telepon, Rabu (13/11). "Karena malam Minggu, kita jalan jam setengah sebelas deket Fx. Tapi masih rame yang pakai GrabWheelsnya, jadi kita cari ke tempat lain."

Menurut Fajar, peminat GrabWheels di kawasan itu memang sangat tinggi, terutama pada akhir pekan. Sehingga, mereka mesti menunggu lama dan sampai berpindah lokasi ke sekitar Plaza Senayan agar bisa menemukan GrabWheel yang kosong.

Lantaran tak kunjung mendapat skuter listrik hijau itu, mereka lalu beristirahat sejenak di Mc Donald Senayan jelang tengah malam. Sembari makan, mereka berencana untuk mencoba menemukan GrabWheels yang tak terpakai sekali lagi. Mereka pun bertekad jika pencarian terakhir mereka tak kunjung membuahkan hasil, mereka akan langsung pulang saja.

"Kita cari lagi dan berhenti di Fx, akhirnya nemu. Itu uda sekitar jam 1," tutur Fajar lagi.

Menurut Fajar, banyaknya peminat GrabWheel membuat mereka tak langsung mendapatkan enam GrabWheel bersamaan.

"Kita dapetnya satu-satu, tapi kita mesti nunggu dulu, kira-kira per 15 menit."

Akhirnya mereka hanya berhasil mendapat tiga skuter untuk digunakan berenam. Mereka pun menaiki Grab Wheels berdua-dua mengelilingi pagar luar GBK dengan otopet listrik itu. Ammar berbonceng dengan Wisnu, sementara Fajar dan Bagus masing-masing membonceng teman perempuan mereka.

Namun, ketika di kawasan flyover Senayan di Jalan Gerbang Pemuda, baterai skuter Ammar dan Wisnu melemah (lowbat). Agar skuter tetap bisa dipakai, mereka berdua pun bertukar skuter dengan Bagus. Bagus menaiki skuter yang sudah lowbat sendiri, sementara GrabWheel Fajar dipakai bertiga dengan Relwandani dan Sri Wulansari.

Saat sampai di pintu 1 GBK di Jalan Asia Afrika, karena lelah mereka sempat beristirahat sejenak. Namun, karena merasa tanggung mereka pun melanjutkan bermain.

Mereka pun terus berkendara hingga sampai di sekitar Fx. Sekitar pukul 03:00 dini hari, tiba-tiba dari belakang mobil Camry menabrak Bagus. Bagus pun terpental.
"Saya kaget lihat Bagus mental, sekitar 10-15 meter. Habis liat Bagus mental, saya banting setir ke kiri buat nyelametin cewek-cewek. Saya terus nyamperin Bagus, Alhamdulilah masih sadar," tuturnya.

Bagus lalu meminta Fajar untuk menengok Ammar dan Wisnu yang terserempet mobil. Fajar mengira Bagus yang akan terluka lebih parah, sebab ia tertabrak hingga terpental.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Fajar lalu menghampiri Ammar dan Wisnu yang juga tertabrak. Namun, ketika dihampiri, ternyata keduanya sudah tak sadarkan diri.

"Disitu saya panik. Warga bantu, saya juga bantu nyetopin mobil untuk bawa temen saya ke rumah sakit."


"Untung Bapaknya baik, terus dia yang bilang biar dibawa ke RS AL Mintoharjo," tuturnya.

Mereka pun sampai di rumah sakit itu sekitar pukul 03:30 WIB. Dokter pun segera melakukan pemeriksaan. Menurut dokter, Bagus terluka di lengan kiri, kulit terkelupas, dan engkel tidak bisa bergerak.

Lebih lanjut, menurut Fajar Ammar tak memiliki luka luar yang serius. Tapi ia menderita luka dalam berupa pendarahan di kepala dan tulang belakang bergeser. Sementara Wisnu terluka lebih parah dari Ammar. Kepala Wisnu bocor serta ada pendarahan di belakang perut dan kaki lecet-lecet.
Kronologi Mobil Tabrak GrabWheel yang Tewaskan 2 RemajaGrabWheels menjadi salah satu kendaraan yang populer digunakan remaja sehingga mereka rela antre dan menunggu bergantian menggunakan otopet listrik ini. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)


Alan Sarmasaputra, kakak korban meninggal Ammar, ikut bicara. Menurutnya, adiknya Ammar terkena pendarahan di otak dan dada kanan memar karena benturan. Sementara Wisnu terkena pendarahan di otak dan pembengkakan jaringan otak karena terbentur.

"Sisanya ketiga temannya hanya luka ringan dan shock," tuturnya saat dihubungi terpisah lewat pesan teks.

Meski tak ada luka luar, menurut Fajar, dokter mendesak agar Ammar segera di operasi. Tapi, belum sampai di meja operasi, Ammar berpulang.

Sementara pagi itu, Wisnu dinyatakan masih dalam kondisi kritis. Menurut Fajar, ia sempat berhenti jantung, namun, masih bisa diselamatkan dan masuk ICU. Tapi, akhirnya Wisnu meninggal, Selasa (12/11).

Keluarga penabrak, menurut Fajar langsung datang pada Minggu pagi untuk mengurus biaya rumah sakit. Sementara penabrak sendiri sudah tertangkap dan ditahan polisi, Minggu (10/11).

Saat ini, Dishub DKI Jakarta sudah membatasi penggunaan GrabWheels. Skuter nantinya hanya akan beroperasi di lajur sepeda yang sudah disiapkan, tidak di jalan raya maupun di fasilitas umum serta fasilitas sosial.

Selain itu, skuter juga tidak diperbolehkan melintas pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). (eks/eks)