Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Rabu, 20/11/2019 10:18 WIB
Investasi Mobil Listrik Hyundai di RI jadi Fokus Pemerintah Hyundai H-1 hasil produksi pabrik Hyundai Mobil Indonesia (HMI) berlokasi di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan investasi Hyundai di Indonesia menjadi fokus pemerintah menjelang akhir 2019. Pabrikan otomotif Korea, Hyundai dikabarkan berencana membangun fasilitas produksi mobil bertenaga listrik di Karawang, Jawa Barat.

Kepala BPPHT BKPM Suhartono mengatakan Hyundai masuk dalam empat fokus realisasi investasi di Indonesia, setelah China Petroleum Corporation (CPC), Lotte Corporation, hingga Tanjung Jati Power Plant.

"Ada dari CPC, Lotte Korea, ada juga Pembangkit Listrik Tanjung (Jati). Kemudian ada satu lagi masalah Hyundai yang sedang ditangani, termasuk mobil listrik ini," kata Suhartono saat ditemui CNNIndonesia.com dalam acara Pinvest di Jakarta, Senin (18/11).


Suhartono mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menyiapkan regulasi demi 'menyejukkan' iklim investasi di Indonesia dari sisi regulasi. Sebab BKPM ingin menarik investasi dari para perusahaan 'kakap' global.

"Kepastian untuk mendapatkan fasilitas tax holiday dan tax allowance dan juga fasilitas yang lain terkait dengan investasi yang memang investasi ini membutuhkan investasi yang besar," ujarnya.

Suhartono pun mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui usulan BKPM untuk memberikan kepastian terhadap investasi di Indonesia, termasuk pemberian fasilitas keringanan pajak.

Sebelumnya, Hyundai Motor Company membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait investasi mobil listrik Hyundai senilai US$1 miliar atau Rp14 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS).

Sebelum bantahan tersebut, diberitakan bahwa Presiden Jokowi akan menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan Hyundai di Korsel pada 25 November 2019.

"Namun, belum ada keputusan yang dibuat sampai saat ini terkait penambahan fasilitas produksi baru di kawasan (Asia Tenggara), termasuk Indonesia," Head of Global PR Hyundai Motor Company KS Kim dalam keterangan resmi diterima CNNIndonesia.com, Jumat (15/11).

BKPM menjelaskan, selain Hyundai, raksasa otomotif Jepang, Toyota Group juga dikabarkan akan mengucurkan dana investasi guna membangun industri mobil listrik di Indonesia. Namun Suhartono enggan membahas terkait rencana Toyota di Indonesia.

Kendati demikian, Ia percaya Toyota Group dan perusahaan otomotif lainnya akan berinvestasi di Indonesia ketika ada kepastian dari regulasi mobil ramah lingkungan.

"Kemungkinan kalau mobil listrik kalau ada regulasi yang memang diberikan fasilitas khusus, kemungkinan Toyota dan industri otomotif lain juga akan masuk. termasuk industri yang sedang mengembangkan tenaga listrik seperti itu," ujarnya.

Kepastian Toyota menambah investasinya di Indonesia kian kuat setelah rilis yang diterima dari Kementerian Perindustrian yang menyatakan bahwa Toyota akan mengucurkan dana hingga Rp28,3 triliun untuk menyambut era kendaraan ramah lingkungan.

"Kami mendapat laporan tentang rencana ekspansi dari Toyota Group sebesar Rp28,3 triliun. Ini termasuk pengembangan Toyota, Daihatsu, dan Hino," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran resmi yang dirilis Selasa (19/11).


(jnp/mik)