Prototipe 'Mobil Terbang' Malaysia Tak Dapat Izin Terbang

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 09:07 WIB
Prototipe 'Mobil Terbang' Malaysia Tak Dapat Izin Terbang Ilustrasi mobil terbang. (Twitter/@RollsRoyce)
Jakarta, CNN Indonesia -- Prototipe 'mobil terbang' Malaysia yang sempat dijadwalkan diuji coba pada 21 November batal dilakukan sebab tak dapat izin lepas landas dari otoritas penerbangan sipil (Civil Aviation Authority of Malaysia/CAAM).

Pada awal pekan ini, Paultan.org memberitakan Menteri Pengembangan Kewirausahaan Malaysia Datuk Seri Mohd Redzuan Md Yusof telah mengumumkan jadwal uji terbang itu. Dia juga menyatakan bakal menjadi salah satu penumpang di mobil terbang yang sanggup membawa dua orang itu.

Prototipe yang dikerjakan Malaysia bernama EHang 216, namun ternyata buatan China. Kendaraan ini lebih tepatnya disebut drone ketimbang mobil terbang. Meski begitu media Malaysia sejak awal tahun menyebut pengembangannya sebagai mobil terbang.


CAAM menyatakan izin terbang tidak didapat sebab lokasi uji yang dipilih, yakni di UNIKL MIAT Hangar Subang, berjarak kurang 200 m dari lalu lintas pesawat komersial dan helikopter. Selain itu EHang 216 juga disebut hanya mendapatkan izin terbang dari otoritas penerbangan sipil China.

EHang 216 merupakan drone yang punya delapan lengan baling-baling, setiap lengan dipasang dua motor listrik. Total bobotnya 360 kg, sanggup membawa beban hingga 260 kg, punya kecepatan 130 km per jam, dan bisa menempuh jarak 35 km.

EHang 216 dikatakan bakal diperkenalkan sebagai Super Dron. Prototipe ini dihasilkan perusahaan Malaysia bernama EastCap Berhad dan dua perusahaan China, EHang Intelligent Equipment (Guangzhou) dan Strong Rich Holdings. (fea)