Dana Buka Peluang Jadi Alat Pembayaran Gojek

CNN Indonesia | Kamis, 21/11/2019 00:55 WIB
Dana Buka Peluang Jadi Alat Pembayaran Gojek Ilustrasi gojek. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan rintisan alat pembayaran digital, Dana menyebut pihaknya terbuka untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan transportasi lainnya seperti Gojek untuk menjadi alat pembayaran mereka.

"Kita tidak menutup kemungkinan, misal Gojek mau bekerjasama dengan kita atau platform transportasi lain. Kita selalu terbuka," kata Co-founder dan CEO DANA Vincent Iswara usai acara Kolaborasi Bluebird dan Dana di kantor pusat Bluebird, Jakarta, Rabu (20/11).

"Mudah-mudahan mereka terbuka dengan kita," sambungnya.


Menyoal kolaborasi Dana dengan Bluebird, Vincent menyebut salah satu alasan pihaknya tertarik teken kontrak dengan perusahaan penyedia transportasi umum ini karena Bluebird masih menjadi armada utama masyarakat.


Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan agar masyarakat lebih sering bertransaksi secara nontunai (cashless) dibanding membawa uang fisik.

"Jadi, kalau kita berhasil merubah menjadi cashless society, efek terhadap ekonomi Indonesia akan jauh lebih besar," pungkas Vincent.

Senada dengan Vincent, Direktur PT Bluebird Tbk Sigit Djokosoetono mendorong gerakan cashless dan memudahkan para pelanggan mereka dalam hal pembayaran, menjadi alasan Bluebird menggaet Dana.

"Kenapa pilih DANA, ini adalah salah satu langkah strategis Bluebird untuk menggunakan omni channel. Jadi, pembayaran dengan taksi Bluebird bisa digunakan dengan banyak saluran," ucapnya.

[Gambas:Video CNN]

Kendati demikian, ini bukan lah kolaborasi pertama Bluebird dengan perusahaan alat pembayaran digital. Tahun 2018, Sigit dan tim telah meneken kerjasama dengan LinkAja sebagai alat pembayaran armada mereka.

Untuk mengawali kerjasama itu, Bluebird dan DANA menawarkan promo yang mana masyarakat yang hendak bepergian menggunakan Bluebird dan melalukan pembayaran dengan Dana,  bakal mendapatkan 'free ride' maksimal Rp20 ribu dengan frekuensi sebanyak tiga kali mulai 20 November sampai 31 Desember 2019.

(din/DAL)