Ojol Khawatir Pendapatan Turun Usai Bom Mapolrestabes Medan

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 06:51 WIB
Ojol Khawatir Pendapatan Turun Usai Bom Mapolrestabes Medan Ledakan diduga bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pukul 08.45 WIB. (Foto: ATAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasca ledakan diduga bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara hari ini, Rabu (13/11) pukul 08.45 WIB, sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya, mengaku khawatir jika peristiwa itu berpengaruh pada menurunnya pemasukan mereka.

Para ojol khawatir jika jumlah orderan dan pesanan menurun, pasalnya kini muncul larangan masuk, seperti salah satunya yang diberlakukan di Mapolda Jatim. Ojol dilarang memasuki area mapolda, dan batasnya mereka hanya boleh mengantarkan pesanan di depan gerbang.

"Ya khawatir saja nanti kalau imbasnya menurunnya order. Sekarang ini, orderan lagi rame-ramenya, kan bisa merugikan itu," kata Sigit, ditemui di gerbang Mapolda Jatim, Rabu (13/11).


Sigit mengaku ia juga khawatir bila dengan kejadian ini, publik menjadi takut menggunakan jasa ojol. Namun, dirinya optimistis, dan bertekad tetap memberikan layanan yang terbaik terhadap kliennya.

"Saya takut nanti pasti ada imbasnya ke driver orang-orang jadi takut. Tapi kita akan tetap menjaga kepercayaan pelanggan," ujarnya.

Kendati demikian, Sigit mengaku dirinya tak mempermasalahkan larangan masuk di Mapolda Jatim tersebut. Pasalnya aturan ini juga sudah berlaku sejak setahun yang lalu, namun memang, menurutnya hari ini penjagaan makin diperketat.

"Kalau perketat penjagaan ya gak masalah sih, sejak bom di Polrestabes Surabaya juga sudah ada," ujarnya.

Sementara itu, Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur berharap agar masyarakat tak mudah berspekulasi, menyimpulkan terlalu jauh hingga berpikiran negatif terhadap para pengemudi ojol.

"Kita tunggu bersama hasil penyelidikan dan investigasi dari pihak kepolisian, masyarakat jangan berspekulasi" kata Humas PDOI Jatim, Daniel Lukas Rorong, saat dikonfirmasi.

Daniel juga mengimbau kepada para driver ojol serta driver taksi online agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan jika mendapatkan order untuk mengirimkan barang.

"Pastikan jika barang yang akan dikirim tersebut bukan barang terlarang (narkoba) ataupun bahan peledak. Tetap bekerja profesional dan layani masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di lingkungan kantin Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11) pagi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga aksi bunuh diri dengan meledakkan diri menggunakan atribut ojek online. (mik/mik)