India Akui Misi ke Bulan Gagal Mendarat

eks, CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 20:18 WIB
India Akui Misi ke Bulan Gagal Mendarat Pendarat Bulan Vikram di misi Chandrayaan-2 (ARUN SANKAR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah India akhirnya membuat pernyataan resmi yang mengakui kalau  pendaratan pesawat Vikram pada misi Chandrayaan-2 jatuh ke permukaan Bulan, September lalu. Hal ini diungkap oleh Jitendra Singh, Menteri Luar Angkasa, dalam pernyataan kepada majelis rendah parlemen India, Lok Sabha.

Dalam pernyataan tersebut, Singh menyebut pesawat tersebut telah mendarat keras di permukaan Bulan pada 6 September karena masalah rem pada roket pendorong.

"Fase pertama pendaratan dilakukan dari ketinggian 30 kilometer hingga 7,4 kilometer di atas permukaan Bulan," tulisnya.

Lander tersebut lantas melambat dari 1.683 meter per detik ke kecepatan 146 meter per detik per detik saat itu.


"Selama fase kedua dari pendaratan tersebut, kecepatan melebihi yang ditetapkan," lanjutnya. "Sehingga kondisi ini ada di luar parameter yang telah direncanakan sebelumnya," jelasnya seperti ditulis Space News.

"Sehingga, Vikram mendarat keras 500 meter dari lokasi pendaratan yang direncanakan," tuturnya. Namun, pernyataan Singh ini tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang menyebkan penyimpangan kecepatan saat mendarat itu.

[Gambas:Video CNN]


Ini adalah pernyataan pertama yang dikeluarkan pemerintah India. Sebab, sebelumnya Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) hanya mengeluarkan pernyataan kalau mereka telah kehilangan kontak dengan pesawat tersebut. Mereka tak pernah mengeluarkan pernyataan resmi kalau mereka telah gagal mendaratkan pesawat tersebut.

ISRO mengeluarkan pernyataan kehilangan pesawat tersebut pada 10 September. Pada 21 Oktober, S. Somanath direktor ISRO menyebut kalau insinyur mereka tengah melakukan simulasi untuk merekonstruksi apa yang terjadi pada lander tersebut ketika mereka kehilangan kontak 2,1 kilometer di atas permukaan Bulan.

Hingga proses tersebut selesai, menurutnya ISRO tidak mengeluarkan pernyataan lagi. Namun, ia mengakui kalau pendarat bulan mereka memang mengantam Bulan dengan kecepatan yang "melebihi kemampuannya bertahan."

Kegagalan pendarat bulan Vikram terjadi lima bulan setelah Israel gagal mendarat di Bulan. Pesawat Israel, Baresheet juga menghantam permukaan Bulan saat mendarat.

Kecelakaan itu terjadi karena ada kesalahan komputer saat pesawat akan mendarat. Hal ini diungkap Industri Aerospace Israel yang membangun pesawat tersebut dan SpaceIL, organisasi non profit yang melancarkan misi ini.

Namun hingga saat ini, pesawat NASA yang mengorbit di Bulan masih belum bisa menemukan pendarat India tersebut. Kemungkinan Vikram jatuh di daerah berbayang atau di luar area pencarian, seperti ditulis Space. (eks)