Transjakarta diketahui sedang menguji dua bus listrik dari dua merek yang berbeda, yakni BYD dan MAB (Mobil Anak Bangsa). Agung menjelaskan kedua bus itu sampai saat ini masih diuji memakai pelat nomor putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mau melaporkan, ada Perpres [Perpres 55/2019 tentang Kendaraan Berbasis Listrik], tapi yang namanya pelat nomor ga keluar-keluar. Ini sesuatu yang harus kita percepat," kata Agung dalam acara Electric Vehicle Indonesia Forum Exhibition 2019 di Jakarta, Selasa (26/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia setelah urusan perizinan di Kementerian Perindustrian selesai, pihaknya baru bisa mengurus pelat nomor resmi ke kepolisian.
Transjakarta membutuhkan pengujian bus listrik untuk menganalisa performanya saat digunakan di iklim tropis seperti Jakarta. Transjakarta sebelumnya menginginkan bus listrik bisa resmi beroperasi pada tahun depan.
Saat ini Transjakarta memiliki sekitar 3.700 kendaraan angkutan umum, semuanya bermesin bakar. Sekitar 2 ribu unit merupakan bus, sedangkan 1.500 lainnya merupakan angkutan mikro bagian dari sistem pengumpan. (fea)