Wakil Ketua Kadin Johnny Darmawan mengatakan komponen utama kendaraan listrik adalah baterai. Sementara itu Indonesia diyakini berlimpah bahan baku baterai sebab itu komponen ini dikatakan mesti menjadi paling utama.
"Karena kita itu punya bahan baku segala macam. Jadi bikin di baterai dulu," kata Johnny di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita bisa menjadi produsen baterai terbesar di dunia. Nantinya hanya tinggal [memproduksi] control unit baterainya saja yang belum ada di sini," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain di Maluku, pemerintah juga mmebangun kawasan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah.
Proyek industri smelter berbasis teknologi hydrometallurgy ini akan memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua nikel kobalt yang dapat digunakan untuk kendaraan listrik. Total investasi yang ditanam US$700 juta dan akan menghasilkan devisa senilai US$800 juta per tahun.
"Jadi kalau menurut saya sebagai pelaku industri push dulu baterainya. Baru setelah itu negara punya mobil [listrik] yang lahir di Indonesia," ucap dia.
"Jadi 60 persen biaya produksi komponen kendaraan listrik ada di baterai. Dari sini saja Indonesia memiliki daya saing yang kuat, karena jika komponen baterai diimpor dari luar, biaya produksinya tentu akan sangat mahal," kata Rosan. (ryh/fea)