UJI PRODUK

Huawei Watch GT 2, Baterai Mumpuni Tapi Bodi Bongsor

eks, CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 17:59 WIB
Smartwatch anyar Huawei Watch GT 2 punya ketahanan baterai cukup mumpuni namun bodinya lumayan bongsor dan berat. Huawei Watch GT 2 (CNN Indonesia/ Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei Watch GT 2 merupakan salah satu seri smartwatch besutan produsen ponsel asal China itu. Versi Huawei Watch GT 2 Sport mampir ke ruang redaksi CNNIndonesia.com.

Huawei punya dua varian untuk seri smartwatch ini, smartwatch dengan diameter 46 mm dan ukuran yang lebih kecil 42 mm. Kedua varian jam pintar ini pun dibagi dua lagi menjadi Huawei Watch GT 2 Sport dan Classic untuk seri 46 mm.

Sementara untuk versi lebih kecil yang lebih cocok untuk tangan wanita, ada Huawei Watch GT 2 Elite dan Elegant.


Meski menyandang status smartwatch, namun GT 2 masih belum terlalu pintar dalam hal kolaborasi dengan berbagai aplikasi lain seperti Apple Watch atau Samsung Galaxy Watch Active.

Jam pintar ini hanya bisa digunakan bersama dengan aplikasi Huawei Health saja. Aplikasi yang disediakan di dalam jam pun terbatas untuk kebutuhan kebugaran semata.

Tampilan
Huawei Watch GT 2, Baterai Mumpuni Tapi Bodi BongsorBodi jam (bawah) ini lumayan tebal dan berat, sedikit mengurangi kenyamanan pemakaian. Jam ni dilengkapi dengan pengisi daya dengan pin yang bisa dihubungkan dengan pengisi daya dengan kabel USB-C. (CNN Indonesia/ Hesti Rika)


Kesan pertama mencoba Watch GT 2 Sport, dimensinya cukup besar untuk tangan perempuan. Dimensi jam ini lebih tebal dan lebar dari versi 42 cm. Ketebalannya disumbang oleh speaker dibagian bawah jam. Selain itu, berat jam ini cukup melelahkan jika mesti dipakai sepanjang hari. Terutama jika Anda juga ingin merekam kegiatan saat tidur.

Dimensinya yang cukup tebal juga cukup mengganggu ketika pengguna akan memakai jaket atau baju dengan lubang tangan yang sempit sembari memakai jam ini. Berat jam ini juga diatas rata-rata jam sport manual yang ada di pasaran. Sehingga, memberikan beban tambahan ketika pengguna mesti menggunakannya setiap hari.

Namun, masalah berat jam makin lama makin tak terasa mengganggu jika pengguna sudah lebih terbiasa. Namun, masalah dimensi jam yang tebal tetap menjadi masalah.

Seri Sport punya tampilan yang "jantan" dengan tali karet berwarna oranye yang cenderung mirip warna merah ini. Jam ini dilengkapi dengan ring disekitar layar sentuh yang berisi angka seperti pada jam analog. Huawei juga menambahkan dua tombol di bagian kanan jam, serta sebuah layar sentuh.

Untuk tali jam, saat ini Huawei belum menjual jenis tali lain secara terpisah. Pengguna hanya akan mendapat tali sesuai dengan yang ada dalam paket pembelian. Pembeli GT 2 Sport akan mendapat tali karet dengan pilihan warna oranye dan hitam. Sementara GT 2 Classic mendapat tali kulit dan versi tali logam belum masuk ke pasar Indonesia.

"Sebenarnya pengguna bisa mengganti tali mereka sendiri asal talinya cocok dengan ring 46 mm," jelas Ilham Pratama, PR Manager Huawei CBG Indonesia lewat sambungan telepon, Selasa (3/12).

Layar sentuh jam ini menggunakan AMOLED 1,39 inci resolusi HD 454 x 454, dan kerapatan 462ppi. Spesifikasi ini mebuat layar jam tampak cemerlang dengan warha yang tajam. Layar smartwatch ini juga mendukung sentuhan dan sapuan jari. Tersedia opsi always on display, namun jika diaktifkan tentu akan berdampak pada ketahanan baterai.

Antar muka
Huawei Watch GT 2, Baterai Mumpuni Tapi Bodi BongsorBagian belakang jam yang berisi pemindai detak jantung (CNN Indonesia/ Hesti Rika)

Pengguna juga bisa menyapu layar ke bawah untuk menemukan pintasan cepat ke beberapa fitur seperti menyetel alarm, koneksi bluetooth, dan sebagainya.

Menyapu layar ke kanan membuat pengguna bisa melihat rangkuman kegiatan harian mereka seperti detak jantung dari jam ke jam, tingkat stres, dan total aktivitas mereka pada hari itu. Jika menyapu layar ke atas, pengguna bisa melihat notifikasi yang masuk ke ponsel.

Namun, notifikasi yang masuk hanya berupa SMS dan panggilan telepon lewat seluler. Notifikasi dan panggilan telepon dari aplikasi tak masuk ke jam ini karena belum ada aplikasi yang terhubung.

Saat ada panggilan telepon masuk, pengguna bisa langsung menjawab telepon lewat GT 2. Namun, saat SMS masuk, pengguna hanya bisa membaca pesan tanpa bisa membalas pesan tersebut.

Tombol atas yang disematkan Huawei berguna untuk mengakses menu, sementara tombol bawah adalah akses cepat untuk menu favorit pengguna.

Namun perlu sedikit waktu untuk mengenali gestur yang digunakan pada layar jam ini. Misal, untuk menemukan kalau menggeser layar ke kiri bisa dilakukan untuk kembali ke menu sebelumnya. Alih-alih harus menekan tombol kanan atas yang akan membawa pengguna kembali ke layar utama.

Huawei juga menyediakan sejumlah pilihan tampilan muka jam yang bisa dipilih pengguna. Namun pilihan tampilan muka jam ini terbatas dan tak semua menarik. Pengguna pun mesti mendaftar ke akun Huawei untuk bisa mengunduh lebih banyak perwajahan dari yang tersedia di dalam jam.

[Gambas:Video CNN]

Pelacak Kebugaran, Tidur, Hingga Stres

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK