Adik Gembong Narkoba Pablo Escobar Rilis Ponsel Layar Lipat

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 12:06 WIB
Adik Gembong Narkoba Pablo Escobar Rilis Ponsel Layar Lipat Pablo Escobar gembong narkoba. (Foto: thierry ehrmann. Licensed under CC BY 2.0 via Wikimedia Commons).
Jakarta, CNN Indonesia -- Saudara laki-laki Pablo Escobar, gembong narkoba asal Kolombia, baru saja merilis ponsel pintar (smartphone). Ponsel dengan layar lipat itu diklaim hanya dapat dihancurkan dengan api.

Pablo Escobar dikenal sebagai gembong pengedar narkoba di Kolombia. Dia dilaporkan bertanggung jawab atas perdagangan 80 persen kokain dunia selama akhir 1970-an dan awal 1980-an.

Sang adik, Roberto Escobar (71) selama bertahun-tahun bekerja sebagai akuntan di kartel Medellin, Kolombia, di mana ditemukan kembali perdagangan kokain global.


Saat ini, perhatian Roberto terpaku pada pasar baru teknologi, yakni smartphone. Roberto merilis ponsel lipat melalui perusahaan investasinya, Escobar Inc. Produk dinamakan dengan Escobar Fold 1, seperti nama keluarganya.


Dilansir dari CNN, CEO Escobar Inc. Olof Gustafsson mengatakan layar ponsel terbuat dari plastik kokoh yang membuatnya hampir tidak mungkin bisa pecah. Dia juga mengklaim bahwa produk itu memiliki layar telepon paling tahan lama di pasaran.

Menggunakan sistem operasi Google Android. ponsel itu dipasarkan dengan harga mulai dari US$349 atau sekitar Rp5 juta.

"Ponsel kami telah melalui pengujian ketat. Satu-satunya cara yang benar untuk menghancurkan ponsel kami adalah dengan membakarnya, yang saya bayangkan rata-rata pengguna tidak akan melakukannya," kata Gustafsson dikutip dari CNN, Jumat (6/12).

"Kami ingin mengalahkan kompetitor. Kami menemukan dengan sangat cepat bahwa jika kami membuat ponsel yang bagus dengan harga terjangkau, kami dapat menjual banyak unit, dan itu yang terjadi sekarang," sambung Gustafsson.

[Gambas:Video CNN]

Dari Penjara ke Produsen Ponsel


Berdasarkan situs resmi, perusahaan ini dibentuk oleh Roberto Escobar pada 1984 sebagai perusahaan induk bagi aset dan lindung nilai (hedge fund) untuk keluarga Escobar.

Forbes memasukkan Pablo Escobar ke dalam daftar miliarder dunia dari tahun 1987 hingga 1993. Escobar akhirnya ditembak dan dibunuh pada 2 Desember 2993 di kota asalnya, Medellín, setelah beberapa lama menjadi buron Pemerintah Kolombia.

Roberto sang Adik menyerah kepada polisi pada 1992 atas tindak kekerasan dan kejahatan pengedaran narkoba yang dilakukan bersama Kartel Medellín. Dia kemudian menghabiskan 10 tahun di penjara. Setelah dibebaskan, ia mengadakan kunjungan ke salah satu rumah saudaranya sebagai upaya bisnis. Roberto juga pernah mengklaim bahwa ia menemukan terobosan berupa temuan obat untuk AIDS.

Saat ini, setelah mengalami separuh buta dan separuh tuli akibat terkena bom di wajahnya ketika di penjara pada 1993, Roberto bermimpi menjadi produsen smartphone dengan mengikuti jejak Samsung dengan Galaxy Fold-nya.

(lav/lav)