Bea dan Cukai Sebut Tak Tahu Asal Ferrari di Pesawat Garuda

CNN Indonesia | Jumat, 06/12/2019 19:21 WIB
Bea dan Cukai Sebut Tak Tahu Asal Ferrari di Pesawat Garuda Salah satu pesawat milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk diduga membawa Mobil Ferrari. (dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjelaskan tidak mengetahui asal muasal mobil berwarna merah yang diduga merek Ferrari di dalam bagasi pesawat berlogo Garuda Indonesia.

Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Bea Cukai Deni Surjantoro mengatakan pihaknya tidak pernah mengurus keluar mobil Ferrari menggunakan pesawat Garuda dari Indonesia.

"Tidak ada," kata Deni dihubungi melalui telepon, Jumat (6/12).


Video penampakan mobil diduga Ferrari di pesawat Garuda sebelumnya telah viral di media sosial. Video ini muncul setelah Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara (Ari Ashkara) dinyatakan dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis (5/12).

Pemecatan itu dilakukan setelah Ari menyelundupkan satu unit Harley-Davidson dengan kondisi terurai berikut barang-barang lainnya menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 pada 17 November 2019.

Deni memastikan video penampakan mobil merah itu berbeda dengan kasus Harley-Davidson. Dia juga memperkirakan video itu tidak berlangsung di Indonesia.

"Kalau itu tidak ada hubungannya dengan kasus Harley-Davidson dan sepeda Brompton," kata Deni.

"Masalahnya di video ada seperti mobil katering yang sepertinya itu bukan di Indonesia. Jadi tidak bisa komen dulu, kan harus jelas bandara apa, transit mana, rute apa," katanya.

Secara terpisah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan belum bisa membenarkan video itu. Meski demikian Budi bilang bakal mencari tahu kebenarannya.

Sementara itu Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan membenarkan salah satu pesawat milik perusahaan pernah membawa Ferrari. Ikhsan mengatakan mobil itu merupakan barang kargo yang secara legal dibawa pesawat Garuda Indonesia.

"Saya tidak tahu tanggalnya, tapi itu pengiriman kargo yang legal ke luar negeri," ujar Ikhsan.

Kata Ikhsan kargo itu hendak dibawa ke luar negeri, bukan masuk ke Indonesia. Menurutnya lagi video itu menunjukkan tempat bongkar muat di Dubai National Air Transport Association (DNATA).

DNATA merupakan salah satu penyedia layanan udara terbesar di dunia yang menawarkan pengelolaan bandara, kargo, katering, dan memiliki rute perjalanan lebih dari 400 maskapai di dunia.

[Gambas:Youtube]


(ryh/fea)