NASA Berhasil Kirim Tikus ke Stasiun Luar Angkasa

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 09:02 WIB
NASA Berhasil Kirim Tikus ke Stasiun Luar Angkasa Foto: Meditations/Pixabay
Jakarta, CNN Indonesia -- NASA dan SpaceX berhasil mendaratkan tikus dan robot di Stasiun Internasional Luar Angkasa (ISS) pada Minggu (8/12) waktu setempat.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Badan Antariksa Amerika (NASA) melalui cuitan di akun resmi @NASA.

"Terkonfirmasi pada pukul 05.00 pagi waktu ET, pesawat ruang angkasa @SpaceX #Dragon berhasil tertangkap lensa robot @Space_Station oleh @Astro_Luca dan @AstroDrewMorgan. Kapsul #Dragon membawa lebih dari 5.700 pon ilmu pengetahuan dan persediaan," demikian cuitan NASA.




Sebanyak 40 tikus dikirim ke ISS bakal membantu para ilmuwan memahami bagaimana fungsi otot dan tulang saat manusia berada di luar angkasa. Sebanyak delapan dari 40 tikus yang diterbangkan ke luar angkasa itu telah menjalani modifikasi genetik.

Kedelapan tikus itu merupakan eksperimen dari ilmuwan bernama Dr Se Jin Lee dari Jackson Laboratory, Connecticut.

Riset ini sendiri untuk mengetahui apakah gen myostatin mampu menahan pertumbuhan otot tikus yang menghuni lama di luar angkasa. Uji coba ini untuk mengetahui efek samping perjalanan luar angkasa.

Sementara itu penelitian juga melibatkan robot yang dijuluki CIMON-2. Robot ini merupakan generasi selanjutnya dari Mobile Interactive Companion Crew, seperti dikutip CNN.

CIMON-2 dirancang oleh Airbus German Aerospace Space Center dan menggunakan kecerdasan buatan (AI) IBM berdasarkan teknologi Watson. Teknologi ini didesain untuk berinteraksi dengan manusia dan membantu para astronaut menavigasi modul penelitian Columbus Eropa yang berada di ISS.

Sebelumnya pada 2018, generasi pertama CIMON-1 pertama kali bergabung dengan para astronaut di ISS. CIMON-1 menandai sejarah robot dengan teknologi AI pertama di dunia yang berada di stasiun ruang angkasa.

Selain meluncurkan misi yang mengangkut persediaan para astronaut di ISS, Elon Musk dkk juga bakal mengangkut astronaut Amerika dan warga negara biasa dapat meluncur dengan roket berawak SpaceX yakni Crew Dragon ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada awal 2020.
Musk menyebut kapsul Crew Dragon telah berhasil menjalankan serangkaian tes drop menggunakan sistem parasut Mark 3. Keberhasilan uji coba ini pun menjadi indikator NASA bahwa Crew Dragon siap meluncur ke ISS.

NASA telah menandatangani kontrak dengan SpaceX dan Boeing untuk mengembangkan kapsul berawak yang akan meluncurkan astronaut Amerika ke ISS menggunakan fasilitas dari Amerika sendiri seperti dilansir Slashgear.

Sebelumnya, NASA telah mengizinkan bagi siapapun untuk berlibur di ISS selama sebulan dengan total biaya sekitar Rp840 miliar. (din/mik)