Gua Ek Leuntie 'Rekam' Sejarah Tsunami di Aceh

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 13:35 WIB
Berdasarkan catatan tsunami yang terekam di dalam Gua Ek Leuntie, tsunami tak hanya melanda wilayah Aceh, tetapi juga di sejumlah wilayah lain. Ilustrasi gua. (Istockphoto/Goddard_Photography).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Gua Ek Leuntie merupakan situs bencana yang merekam bencana tsunami di Aceh pada masa lalu secara berulang.

Berdasarkan catatan tsunami yang terekam di dalam Gua Ek Leuntie bahwa tsunami tak hanya melanda wilayah Aceh, tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya.

Terutama, di wilayah barat Pulau Sumatera dan bagian selatan Pulau Jawa serta sebagian besar wilayah timur Indonesia.


Hal itu disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo saat berkunjung ke Aceh pada Sabtu (7/12). Gua Ek Leuntie berada di Desa Pasie Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

"Saya ingin mengatakan bahwa bencana tsunami yang diawali dengan gempa itu adalah peristiwa yang berulang," kata dia usai meluncurkan program Keluarga Tangguh Bencana (KANTANA) di Pantai Jantang, seperti dikutip Antara.

"Khusus di Aceh beberapa bulan lalu saya diajak peneliti Unsyiah mengunjungi Gua Ek Leuntie. Di gua itu terdapat sedimen-sedimen lapisan dari material yang mayoritas adalah pasir yang berupa endapan," tutur Doni.

Fakta lain terkait Gua Ek Leuntie adalah gua ini tak hanya memiliki satu lapisan, tetapi setidaknya ada 14 lapisan yang masing-masing memiliki umur berbeda-beda.
[Gambas:Video CNN]
Lapisan itu, menurut penelitian para ahli baik dari dalam negeri maupun luar negeri, menunjukkan bukti Aceh pernah dilanda tsunami, mulai dari usia tertua pada 7.400 tahun lalu berlanjut pada 5.400 tahun.

Kemudian, pada 3.300 tahun hingga tsunami pernah terjadi pada 2.800 tahun yang lalu. (din/lav)