Proyek Mobnas Baru Malaysia Mundur Setahun

fea, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 23:41 WIB
Proyek Mobnas Baru Malaysia Mundur Setahun Ilustrasi industri otomotif. (Dok Wuling Motors)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek mobil nasional (mobnas) baru Malaysia yang sempat dikabarkan bakal mencapai tahap prototipe pada Maret 2020 kemudian penjualan produk massal dilakukan pada Maret 2021 batal dilakukan. Informasi terbaru terkait proyek yang dipimpin investor DreamEdge ini yakni produksi massal mundur hingga pertengahan 2022.

The Malaysian Reserve memberitakan dari keterangan analisis yang dibuat Affin Hwang Investment Bank Bhd, DreamEdge bakal mengembangkan mobnas baru Malaysia yang disebut New National Car Project (NNCP) menggunakan teknologi platform dan sistem gerak Daihatsu.

Start proyek ini disebut mencapai 600 juta ringgit untuk tahap awal. Namun bila ditambah pendirian jaringan dealer dan persiapan produksi dikatakan bisa mencapai 1 miliar ringgit.


DreamEdge berencana menjual setidaknya 3 ribu unit mobil per bulan pada tahun pertama penjualan, itu berarti 36 ribu unit per tahun. Sebagai komparasi, Proton menjual 79 ribu unit dan Perusahaan Otomobil Kedua (Perodua) 201 ribu selama 10 bulan pada tahun ini menurut data Malaysian Automotive Association.

Penulis analisis Brian Yeoh mengtakan DreamEdge saat ini sedang dalam masa aktif diskusi dengan berbagai pihak terkait mengumpulkan pendanaan. Dia juga menyebut model pertama proyek ini kemungkinan sedan segmen B+.

"Kami percaya DreamEdge mengajukan jadwal waktu NNCP yang ketat, dengan rencana meluncurkan model produksi pada pertengahan 2022. Meskipun demikian, manajemen mengaskan prototipe NNCP bakal tetap dirilis pada pertengahan 2020," kata Yeoh.

Menurut Yeoh yang mengatakan pernah rapat bersama DreamEdge, produk NNCP bukan sekadar rebadge produk Daihatsu. Konsep desain dan pengembangan mobil dikatakan dilakukan oleh DreamEdge, sedangkan rekanan teknologi menunjuk Daihatsu. (fea)