Roket NASA untuk Misi Manusia ke Bulan Selesai Dikerjakan

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 11:39 WIB
Roket NASA untuk Misi Manusia ke Bulan Selesai Dikerjakan Roket SLS yang akan digunakan NASA untuk menerbangkan misi Artemis ke Bulan pada 2024 (Screenshot via web Nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika (NASA) telah selesai membangun roket yang akan digunakan untuk misi manusia ke Bulan pada 2024. Roket ini dinamakan Space Launch System (SLS).

SLS merupakan roket tertinggi yang dibangun oleh NASA dan Boeing. Roket ini memiliki tinggi 212 kaki atau sekitar 65 meter setara dengan gedung 20 lantai.

"Hari ini adalah hari yang penting untuk kami karena mengumumkan roket SLS yang telah lengkap," kata Administrator NASA Jim Bridenstine saat memperkenalkan SLS di pabrik perakitan Michoud, New Orleans, Amerika Serikat seperti dikutip Science Alert.

Namun, Bridenstine masih enggan buka-bukaan soal kapan uji coba roket SLS akan dilakukan dan bungkam soal biaya yang digelontorkan NASA dan Boeing untuk membuat roket itu.


Meski begitu dilansir Space, NASA membutuhkan 10 roket SLS untuk melancarkan misi membawa manusia lagi ke Bulan pada 2024 .

Berdasarkan laporan audit, misi Artemis 1 diperkirakan akan mulai diluncurkan pada 2020. Pada tes peluncuran pertama akan dilakukan tanpa awak.

Rencananya NASA akan mendarat di kutub selatan Bulan untuk mengeksplorasi es di permukaan bulan yang ditemukan pada 2009. Kedua hal ini dibutuhkan untuk mendukung kehidupan di Bulan. Selain itu, air juga akan digunakan sebagai bahan bakar roket, setelah memisahkan oksigen dan hidrogen.

Biaya pembuatan roket ini telah menjadi pembicaraan. Diperkirakan NASA telah menghabiskan US$34 miliar (Rp475,8 triliun; kurs 1US$=Rp13.995,10) untuk membangun SLS, Orion, dan program Sistem Eksplorasi Daratan. Sepanjang 2019, total ketiga program ini diperkirakan akan meningkat jadi US$50 miliar (sekitar Rp699,7 triliun) pada 2024.

[Gambas:Video CNN]


Guna melancarkan misi ke Bulan, NASA diketahui telah bekerjasama dengan anak perusahaan United Technologies Corp, yakni Collins Aerospace Systems bersama ILC Dover mengungkap baju prototipe astronaut Amerika yang dirancang untuk misi NASA ke Bulan dan Mars.

Baju luar angkasa terbaru ini merupakan bagian dari sistem Space Suit Next Generation. Baju ini dirancang menggunakan teknologi penghilangan karbon dioksida yang terus diperbarui.

Teknologi terobosan itu memungkinkan untuk menjalankan misi berdurasi panjang dan secara signifikan mengurangi waktu perawatan kru astronaut. (din/eks)