Microsoft Akui Ahli Sektor Digital di Indonesia Masih 'Minim'

CNN Indonesia | Rabu, 11/12/2019 23:16 WIB
Microsoft Akui Ahli Sektor Digital di Indonesia Masih 'Minim' Ilustrasi Microsoft Indonesia. (GERARD JULIEN / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee tak memungkiri bahwa sumber daya manusia (SDM) dengan keahlian di bidang digital di Indonesia masih minim.

"Iya, kita harus mengakui bahwa memang dari segi keahlian (digital) sekarang kurang atau minim. Sebab, menurut kita pemerintah saat ini arahannya untuk mengembangkan keahlian digital dan itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," tuturnya kepada awak media saat acara Edu Summit Microsoft 2019 di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/12).

Oleh karena itu, Haris mengatakan perlu ada upaya pengembangan talenta digital di Indonesia, khusus bagi para orang tua, seharusnya memperkenalkan perangkat teknologi kepada anak mereka sedari kecil.


Tak hanya sampai di sana, sang anak juga mesti dididik soal cara mempelajari dan berpikir kreatif melalui teknologi.


"Hal yang penting adalah sebagai orang tua, pikiran kita harus terbuka agar anak-anak menjadi lebih kreatif dan belajar hal-hal baru melalui teknologi, meski sulit dan menantang," terang Haris.

Menurut Benny, ada sejumlah hal yang diperlukan anak untuk mengembangkan inovasi teknologi terbaru. Pertama, kolaboratif. Anak dinilai tidak bisa merangkai inovasi sendiri, maka dibutuhkan berbagai platform digital untuk menyokong inovasi itu.

Kedua, berpikir kreatif. Benny menuturkan di beberapa negara maju, saat ini mengandalkan kreatifitas untuk menghasilkan produk teknologi baru yang bisa menjadi pemasukan bagi mereka.

"Lalu berpikir kritis juga penting karena jaman sekarang mencari informasi gampang sekali tetapi mencari informasi yang benar dan tepat serta sesuai dengan tujuan kita, itu luar biasa sulitnya. Saat ini masih banyak informasi keliru membuat orang berpandangan negatif dan akhirnya berperilaku negatif juga," jelas Benny.


Terakhir kata Benny, anak juga dituntut untuk berpikir secara terstruktur, "Kalau tidak bisa berpikir terstruktur, mereka cenderung lompat-lompat (pikirannya). Oleh karena itu mereka tidak bisa mencapai tujuan yang mereka inginkan."

"Kami bersama sejumlah LSM dan Kominfo tengah bekerja sama untuk meningkatkan keahlian di bidang digital," sambungnya.

Selain bekerja sama dengan LSM dan kementerian terkait, Microsoft Indonesia juga menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk memperkenalkan teknologi kepada anak sejak dini melalui acara Edu Summit Microsoft 2019.

Menurut Education Lead Microsoft Indonesia Benny Kusuma kegiatan Edu Summit itu mempertemukan para pemangku kepentingan untuk memberikan solusi pendidikan berbasis teknologi, mempersiapkan keterampilan digital masa depan melalui pelatihan kecerdasan buatan (AI), dan machine learning serta menciptakan pembelajaran tanpa batas untuk transformasi pendidikan di Indonesia.

"Prinsipnya kita mengadakan acara dua hari ini (11-12 Desember 2019) untuk memberikan pengenalan lebih mendalam kepada para pelaku di bidang pendidikan, bagaimana teknologi itu membantu mereka melakukan tugas dengan lebih baik," terangnya.

[Gambas:Video CNN] (din/lav)


ARTIKEL TERKAIT