Microsoft Kembali Dapat Lisensi Jualan dengan Huawei

eks, CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 17:05 WIB
Microsoft Kembali Dapat Lisensi Jualan dengan Huawei Foto: Screenshot via web Microsoft.Com
Jakarta, CNN Indonesia -- Microsoft kembali mendapat lisensi untuk kembali menjual perangkat lunaknya kepada Huawei. Hak ini diberikan setelah pemerintah memperpanjang izin lisensi Microsoft kepada Huawei selama 90 hari.

"Pada 20 November, Kementerian Perdagangan AS mengabulkan permintaan Microsoft untuk mendapat lisensi untuk mengekspor perangkat lunak untuk pasar massal kepada Huawei," jelas juru bicara Microsoft, mengutip The Verge. "Kami berterimakasih atas respons kementerian atas permintaan kami."

Dengan demikian, Microsoft bisa bebas menjual Windows dan Office kepada Huawei. Sehingga laptop Windows dan solusi Huawei untuk digunakan di server bisa kembali digunakan. Perusahaan yang menggunakan solusi Huawei lewat layanan cloud Microsoft Azure bisa melanjutkan layanannya, melansir The Verge.

Namun, lisensi serupa belum diberikan untuk Google. Sehingga masih ada kemungkinan ponsel Huawei bakal tak mendapat akses ke Google Play jika pemerintah AS memutuskan untuk menghentikan perpanjangan lisensi TGL (Temporary General License/ Lisensi Umum Sementara) bagi seluruh perusahaan AS.

Tidak seperti Google, Microsoft termasuk salah satu perusahaan yang vokal memprotes perlakuan pemerintah AS, seperti ditulis SlashGear.

Selain itu, baik Huawei dan Microsoft memang bekerjasama menyediakan solusi untuk Microsoft Azure menggunakan server Huawei yang berjalan dengan sertifikasi Microsoft.

[Gambas:Video CNN]

Microsoft merupakan salah satu perusahaan AS yang berusaha mendapat lisensi untuk bisa kembali berdagang dengan Huawei. Meski demikian, kerjasama kedua perusahaan ini masih mungkin terganggu jika pemerintah AS larangan dikenakan pada perusahaan yang menjual komponen seperti Intel misalnya.

Sebab, Mei lalu pemerintah AS sempat mengeluarkan kebijakan yang melarang perusahaan AS berhubungan dagang dengan Huawei. Kebijakan ini dikeluarkan setelah Huawei terimbas perang dagang antara AS dan China. Sebelumnya, Huawei juga dianggap telah mengganggu keamanan AS karena dituduh digunakan sebagai alat penyadapan pemerintah China.

Sebelumnya, pelarangan dagang ini membuat Huawei terpaksa menunda peluncuran laptop Windows miliknya di gelaran CES Asia awal tahun ini. Microsoft juga berhenti menjual perangkat Huawei di toko miliknya. Meski Microsoft kemudian menjual kembali laptop tersebut.



(eks)