Mencari Jodoh Ideal untuk 5G

eks, CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 12:14 WIB
Mencari Jodoh Ideal untuk 5G Saat ini pemerintah masih mencari frekuensi yang menjadi jodoh ideal untuk penerapan 5G. (CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Labuan Bajo, CNN Indonesia -- Huawei sebagai salah satu pelaku industri telekomunikasi menilai frekuensi 700 MHz menjadi jodoh yang paling ideal dipakai untuk layanan 5G di Indonesia. Sebab, menurut Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia, Mohammad Rosidi, frekuensi ini punya cakupan yang paling luas ketimbang frekuensi lain yang lebih tinggi.

"Tech wise (berdasarkan kebijakan pertimbangan teknologi) kita harapkan 700 mega jadi frekuensi paling bagus untuk Indonesia soal coverage (cakupan sinyal). Harapannya itu bisa dirilis," jelasnya di acara Huawei Media Gathering, Labuan Bajo, NTT, Rabu (11/12).

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, pengamat telekomunikasi dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menyebut saat ini ada tiga frekuensi di Indonesia yang berpotensi digunakan untuk menggelar layanan 5G.

Ketiga frekuensi itu adalah 3,5 GHz, 2,5 GHz, dan 700 MHz. Namun, saat ini ketiga frekuensi ini masih berpenghuni. Frekuensi 3,5 GHz dihuni dipakai untuk jalur komunikasi satelit Telkom dan sebagian layanan perbankan.


Sementara Frekuensi 2,5 GHz dihuni oleh satelit PT Media Citra Indostar (MCI/Indovision). Serta frekuensi 700 MHz masih dipakai untuk siaran TV analog

Menurut Heru, frekuensi 2,5 GHz punya potensi besar direstui pemerintah untuk digunakan sebagai jaringan 5G.

[Gambas:Video CNN]

"Kemungkinan 2,5 (GHz) akan dirilis [...] harapan selanjutnya 700 (MHz) yang bisa dipakai. Tentu setelah proses migrasi tv digital selesai," tuturnya.

Proses migrasi televisi digital sendiri saat ini masih menunggu revisi UU Penyiaran selesai dilakukan. Untuk itu, menurut Heru peran Menkominfo Johnny G. Plate penting untuk segera mendorong pengesahan berbagai undang-undang ini di DPR. Sehingga, bisa ikut mempercepat proses digitalisasi di Indonesia.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut untuk menerapkan teknologi 5G, perlu tiga lapisan frekuensi. Mulai dari lapisan pita bawah (lower band), pita tengah (middle band), dan atas (upper band).


Di Indonesia, opsi untuk ketiga lapisan ini sudah ada sesuai dengan rekomendasi ITU. Untuk lapisan atas, Indonesia memiliki frekuensi 26 GHz. Lapisan pita tengah ada dua pilihan antara 2,6 GHz dan 3,5 GHz. Sementara untuk lapisan bawah ada 700 atau 800 MHz.

Saat ini, frekuensi 26 GHz yang digadang-gadang akan menjadi pilihan pun masih dihuni oleh satelit. Satelit tersebut masih akan beroperasi hingga 2024, seperti dijelaskan Direktur Penataan Sumber Daya Direktorat Jenderal SDPPI Kominfo Denny Setiawan beberapa waktu lalu (22/8).

Menurut Rosidi, frekuensi yang jamak digunakan untuk layanan 5G di dunia menggunakan C-Band (3.5GHz) dan 2,6GHz. Meski demikian, menurutnya penggunaan frekuensi lain seperti 26GHz, dan 28GHz juga mmngkinkan.
(eks)