Ribuan Cacing Penis Terdampar di Pantai Akibat Badai El-Nino

CNN Indonesia | Jumat, 13/12/2019 17:07 WIB
Ribuan Cacing Penis Terdampar di Pantai Akibat Badai El-Nino Ilustrasi cacing penis. (Istockphoto/Arrlxx)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan cacing yang berbentuk seperti alat kelamin pria berjuluk 'Penis Fish' ditemukan terdampar di Pantai Drakes, California, Amerika Serikat (AS) pada awal Desember lalu. Salah satu jenis cacing ini memiliki warna merah muda dan berdenyut.

Ahli Biologi dari The Wildlife Society, Ivan Parr mengatakan terdamparnya ribuan cacing itu disebabkan oleh badai El-Nino yang menerjang Pantai Drakes beberapa waktu yang lalu.

[Gambas:Instagram]


"Sebelumnya, fenomena yang sama sempat terjadi di sejumlah pelabuhan yakni Pajaro Dunes, Moss Landing, Bodega Bay, dan Princeton Harbor. Sebenarnya mereka adalah penghuni yang tinggal di pantai tetapi tak begitu diketahui peradabannya," tulis Parr melalui situs Bay Nature.

Cacing yang memiliki nama latin urechis caupo ini biasanya hidup di bawah air dan bersembunyi di lumpur atau pasir. Ukuran tubuh mereka pun hanya 10 inci.


Panjangnya pun berbeda-beda dengan kedua ujung yang mengecil dan berlubang. Cacing tak bermata ini bergerak secara peristaltik seperti usus.

Dilansir New York Post, cacing urechis caupo atau unicinctus dapat hidup sampai 25 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan perut, mereka biasanya memakan bakteri, plankton dan partikel kecil lainnya yang dikumpulkan menggunakan sistem jaring lendir.

[Gambas:Instagram]

Ada beberapa penyebutan yang berbeda di tiap negara, seperti di China cacing 'penis' ini disebut Haichang, masyarakat Jepang menyebut mereka dengan Yumushi, dan di Korea dengan nama Gaebul.

[Gambas:Video CNN]

Di Korea dan China, urechis caupo sering dijadikan umpan untuk mencari ikan dan terkadang dimakan dengan racikan bumbu khusus.

Sejumlah restoran di Korea menyajikan cacing 'penis' mentah dengan tambahan garam dan minyak wijen sebagai penambah rasa. Sebelum dikonsumsi, cacing mesti dibersihkan dulu, dipotong, dibelah, dan disajikan di piring yang masih menggeliat.

(din/DAL)