TIPS TEKNO

Penyebab Ponsel 'Meleduk' dan Cara Hindari Ledakan

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 06:21 WIB
Penyebab Ponsel 'Meleduk' dan Cara Hindari Ledakan Ilustrasi ponsel. (Freestocks).
Jakarta, CNN Indonesia -- Seperti granat, ponsel ternyata juga bisa meledak jika terpicu oleh sejumlah faktor. Fenomena ini menjadi momok menakutkan bagi para pengguna ponsel di seluruh dunia.

Pertanyaan mendasar pun menyeruak terkait biang keladi penyebab ponsel meledak. Dilansir dari How to Geek, berikut beberapa penyebab ponsel bisa meledak.

1. Thermal Runaway
Baterai lithium-ion (Li-ion) mengandung satu ton sel Li-ion. Setiap sel ini memiliki suhu kritis atau titik didih. Ketika suhu mencapai titik didih, ponsel akan melepaskan energi panas dalam jumlah besar.


Hal ini membuat baterai bisa terbakar atau meledak dengan radius kecil. Titik didih bisa dicapai karena pengisian berlebihan, atau manufaktur baterai yang buruk.

Salah satu tanda ponsel thermal runaway adalah baterai menggembung.


2. Tal Tinggalkan Ponsel di Mobil
Ketika ponsel ditinggalkan di dalam mobil seharian, fungsi baterai bisa rusak. Bahkan ada potensi meledak.

Rumus aki mobil bekerja di cuaca dingin juga berlaku untuk baterai ponsel. Aki mobil bekerja secara optimal ketika berada di cuaca yang tidak terlalu panas.

Ketika baterai Li-ion habis saat berada tempat dengan suhu tinggi, sel dalam baterai menjadi tidak stabil. Baterai dapat menghasilkan gas seperti oksigen atau karbon dioksida.

Gas ini menyebabkan baterai menggembung yang menyebabkan tekanan energi yang bisa menimbulkan ledakan.


3. Jangan Gunakan alat Charger Murahan
Charger apa pun baik yang murah atau mahal juga pada intinya dapat mengisi baterai ponsel. Akan tetapi, pengisi daya yang murah atau tidak resmi  dapat menghasilkan panas berlebih dan merusak baterai.

Biasanya, kerusakan ini terjadi dalam jangka waktu yang lama. Tanda-tanda pertama kerusakan baterai adalah bentuknya yang semakin gendut. Kerusakan ini perlahan-lahan juga bisa ponsel  terbakar.

4. Jangan Tekuk atau Tusuk Ponsel
Ketika baterai Li-ion rusak, baterai dapat mengakibatkan arus pendek, penumpukan gas,  bahkan bisa langsung terbakar.

Baterai Li-ion mengandung selembar tipis lithium dan selembar tipis oksigen. Larutan elektrolit memisahkan lembaran-lembaran ini. Ketika larutan itu pecah atau tertusuk, lapisan litium dan oksigen bereaksi pemicu runaway thermal.

Dalam beberapa kasus, ini dapat terjadi saat mengganti baterai ponsel. Menusuk atau menekuk Li-ion dapat menyebabkan kerusakan mekanis, dan jika baterai tidak ditangani dengan benar selama pemasangan, baterai dapat terbakar.

[Gambas:Video CNN] (jnp/lav)