Kominfo: Indonesia Kurang 9 Juta Talenta Digital Pada 2030

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 12:25 WIB
Kominfo: Indonesia Kurang 9 Juta Talenta Digital Pada 2030 Ilustrasi. Indonesia butuh tambahan 9 juta pekerja dengan kemampuan digital pada 2030.(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) mengatakan Indonesia akan kekurangan sembilan juta talenta digital pada 2030.

Lebih lanjut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan Indonesia membutuhkan sekitar 600 ribu talenta digital per tahunnya.

Untuk memenuhi kebutuhan talenta digital, Kemenkominfo menargetkan peserta beasiswa pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS) 2020 sebanyak 60 ribu peserta. Angka beasiswa DTS ini meningkat dibandingkan 2019. Program DTS pada 2019 memberikan beasiswa kepada 26 ribu orang. Artinya target 60 ribu beasiswa pada 2020 hanya mampu memenuhi kebutuhan tahunan talenta digital.


"Kalau kita tidak siap dengan benar, potensi kita kurang sembilan juta talenta. Tahun 2030 itu proyeksi 113 juta yang harus tersedia, tapi yang tersedia pada 2030 hanya sekitar 104 juta," ujar Johnny saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (18/12).

Lebih lanjut, Johnny mengatakan sesungguhnya Kemenkominfo bukanlah Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemendikbud) yang bertugas untuk mendidik talenta-talenta digital.

Oleh karena itu, ia meminta kontribusi dari seluruh pemangku kebijakan di seluruh ekosistem teknologi & informatika (TIK) di Indonesia untuk melahirkan talenta-talenta digital. Pemangku kebijakan di ekosistem TIK termasuk perusahaan nasional maupun internasional.

"Maka kita perlu dorong ekosistem global untuk bersama sama melakukan pendidiikan atau pelatihan talenta digital. Perusahaan digital ada Google, Facebook, Apple, Microsoft, Cisco.Kami juga berharap operator telekomunikasi turut berkontribusi," ujar Johnny.

Peserta DTS terbagi ke dalam 4 jenis akademi yakni Fresh Graduate Academy (FGA), Vocational School Graduate Academy (VSGA), Coding Teacher Academy (CTA), dan Online Academy (OA).

[Gambas:Video CNN]


Untuk mendaftar pada program pelatihan ini, peserta bisa mendaftar lewat situs https://digitalent.kominfo.go.id/. Namun ketika dicek, situs itu belum memperbarui pelatihan untuk tahun 2020.

Program DTS juga ditambah dengan Thematic Academy dan Regional Development Academy. Dua akademi terakhir merupakan upaya memberikan perhatian lebih besar pada kaum difabel, masyarakat di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T), maupun masyarakat di berbagai kawasan prioritas pembangunan.

Pogram DTS 2020, lanjut Johnny menawarkan tema pelatihan yang ditawarkan lebih beragam. Mulai dari Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning.

"Ada juga Programming, Graphic Design, Multimedia and Animation, dan Network Administration. Selain itu ada pelatihan Digital Policy, Digital Entrepreneurship, Digital Communication, Business Intelligence, Financial Technology, serta Blockchain," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Program DTS pada tahun 2019 didukung oleh 54 Perguruan Tinggi. 2020 akan ada penambahan 34 Perguruan Tinggi mitra baru untuk penyelenggara DTS.

Dengan demikian, Kemenkominfo akan memiliki mitra sebanyak 88 Perguruan Tinggi untuk penyelenggaraan DTS tahun 2020. (jnp/eks)