IndoXXI Dihapus, Potensi Ganti Domain atau Pemain Lain Muncul

CNN Indonesia | Selasa, 24/12/2019 16:33 WIB
IndoXXI Dihapus, Potensi Ganti Domain atau Pemain Lain Muncul Ilustrasi menonton Indoxxi. (StokPic).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemblokiran situs menonton film streaming IndoXXI dinilai tak berarti otomatis lenyap dari peredaran. Sebab, bakal ada pemain lain yang menggantikan situs tersebut.

Hal itu diungkapkan Pengamat Keamanan Siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya. Menurut dia, layanan menonton film bajakan tetap eksis karena masih banyak pilihan alamat domain sebagai wadah untuk menawarkan layanan serupa.

"Alamat situs tinggal diubah dan pilihannya ada 1001, itu praktek yang sudah dilakukan lama sekali. Kalaupun IndoXXI benar menonaktifkan diri seperti yang diumumkan situsnya, pemain lain akan menggantikannya," kata Alfons saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/12).


Alfons mengibaratkan pemblokiran ini layaknya film kartel narkoba. Ketika ada pemimpin kartel yang ditangkap, maka posisinya akan segera digantikan oleh orang atau organisasi lain. Pasalnya, bisnis sudah berjalan dan memberi margin yang menggiurkan.


Pemblokiran yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terhadap situs IndoXXI dinilai tidak efektif, jika tidak dibarengi dengan tindakan hukum untuk memberikan efek jera.

Senada dengan Alfons, Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha mengatakan situs streaming film secara teknis akan muncul kembali dengan domain yang berbeda.

Selain itu, menurut dia, praktek pembajakan film sebetulnya tidak hanya lewat situs seperti IndoXXI, tetapi pelaku juga mengunggah film ke sejumlah media sosial seperti Facebook dan Youtube.

"Pemblokiran tidak serta merta menghilangkan pembajakan, namun minimal ada proses edukasi ke masyarakat dan juga sebagai tindakan tegas ke pelaku. Secara teknis, bisa dipastikan nanti akan muncul kembali dengan domain berbeda atau web lain," terang Pratama.


Sebelumnya, IndoXXI menyatakan akan menutup layanan mereka mulai 1 Januari 2020. IndoXXI mengungkap penutupan ini dilakukan untuk mendukung industri kreatif tanah air.

"Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020 kami akan menghentikan penayangan film di website ini demi mendukung dan memajukan industri kreatif tanah air, semoga ke depannya akan menjadi lebih baik. Salam, INDOXXI," demikian tertulis pada situs tersebut.

Di tempat terpisah, Menkominfo Johnny G. Plate meminta Indonesia tidak menjadi negara pembajak. Hal ini diungkap menanggapi pertanyaan terkait penghapusan situs streaming dan pengunduhan film bajakan IndoXXI.

[Gambas:Video CNN]

"Kita jangan jadi negara pembajak harus jadi inovatif dan kreatif. Memang negara ini bisa maju dengan bajak bajakan?" tuturnya saat ditemui wartawan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Senin (23/12) kemarin.

Menurut Johnny, Indonesia mesti mengembangkan kreativitas dan inovasi di dalam negeri. Ia pun mendorong agar produksi film bagus ditingkatkan. Sebab, tingginya angka pembajakan menurut Johnny bakal membuat Indonesia masuk dalam daftar negatif negara lain. (din/lav)