Istana Suku Maya Berusia 1.000 Tahun Ditemukan di Meksiko

CNN Indonesia | Sabtu, 04/01/2020 05:10 WIB
Istana suku Maya berusia 1.000 tahun ditemukan di Meksiko. Reruntuhan istana ditemukan di situs arkeologi Kuluba di negara bagian Yucatán. Bangunan Piramida milik Suku Maya. (Daniel Schwen via Wikimedia CC-BY-SA-4.0).
Jakarta, CNN Indonesia -- Istana suku Maya berusia 1.000 tahun ditemukan di Meksiko. Reruntuhan istana ditemukan di situs arkeologi Kuluba di negara bagian Yucatán.

Dilansir dari CNN, istana tersebut memiliki tinggi enam meter, panjang 55 meter dan lebar 15 meter. Para Arkeolog menduga bangunan ini digunakan oleh para pemuka agama dan pejabat pemerintah dalam dua era peradaban suku Maya.

"Pekerjaan ini adalah permulaan. Kami baru saja mulai mengungkap salah satu struktur paling banyak di situs," kata arkeolog Alfredo Barrera dikutip dari CNN.

Barrera mengatakan tim arkeolog ingin belajar lebih banyak tentang kehidupan orang Maya di daerah tenggara Meksiko. Sebab arkeolog Meksiko tidak tahu banyak tentang hal tersebut.




Istana itu disebut memiliki desain arsitektur, keramik dan mural serupa dengan pemukiman suku Maya di Chichen Itza.

Lokasi pemukiman berada di Yucatan yang diyakini berasal dari abad ke 5 Masehi. Chichen Itza merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di Kuluba, para Arkeolog juga telah menemukan kuil, bangunan perumahan dan bangunan batu lainnya. Suku Maya adalah peradaban Mesoamerika yang berkembang di seluruh Meksiko dan Amerika Tengah dari 2000 SM hingga masa penaklukan kolonial (conquistador) Spanyol.

Dilansir dari Smithsonian Magazine, situs tersebut ditempati selama dua era yang berbeda antara 600 hingga 900 Masehi dan 850 hingga 1050 Masehi.


Periode Klasik peradaban Maya, ketika orang-orang kuno berada di seluruh penjuru Meksiko, Guatemala dan Belize utara. Mereka membangun kota-kota yang berkembang, dan populasinya membengkak menjadi lebih dari 19 juta orang. Namun, sekitar 900 M, banyak kota besar Maya runtuh karena alasan yang masih belum jelas.

Peneliti menduga keruntuhan tersebut terjadi karena perubahan iklim khususnya kekeringan, hingga peperangan dan perubahan pola perdagangan.

Kekaisaran Maya tidak begitu saja menghilang akibat keruntuhan kota tersebut. Ketika 'jantung' kota suku Maya di dataran rendah selatan Guatemala, Meksiko, Belize, dan Honduras ditinggalkan, beberapa daerah di dataran rendah utara mulai berkembang. Daerah dataran rendah utara itu salah satunya adalah Chichen Itza.

[Gambas:Video CNN] (jnp/lav)