Tips Tekno

4 Situs Wajib Cek Agar Tak Pilih Rumah Rawan Banjir

CNN Indonesia | Minggu, 05/01/2020 11:41 WIB
4 Situs Wajib Cek Agar Tak Pilih Rumah Rawan Banjir Banjir landa kawasan perumahan warga Jabodetabek. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa wilayah di Jabodetabek tergenang air akibat hujan lebat pada malam pergantian tahun. Banjir seolah sudah menjadi tamu tahunan yang rutin mengunjungi warga Jakarta.

Beberapa kawasan perumahan seperti Ciledug, Kemang, hingga Kelapa Gading juga turut terendam banjir. Bencana banjir tentu patut dihindari bagi masyarakat yang sedang mencari rumah.

Dari sisi teknologi, sesungguhnya menawarkan alternatif lewat penerapan Big Data. Beberapa situs juga memberikan peta-peta rawan bencana banjir yang bisa diakses oleh masyarakat.


Berikut beberapa situs yang bisa digunakan masyarakat sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli rumah:


1. Petabencana.id

Situs ini (https://petabencana.id/) menampilkan peta rawan bencana secara real time yang dilaksanakan oleh Yayasan Peta Bencana. Petabencana.id adalah sebuah paltform gratis dan terbuka untuk manajemen bencana di kota-kota besar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Petabencana.id memiliki mitra pelaksana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu Yayasan Peta Bencana juga bekerja sama denan Pacific Disaster Center dan Humanitarian OpenStreetMap Team.

Terkait data-data rawan bencana, situs ini memiliki mitra penyedia data, yaitu Qlue, PasangMata.com, Twitter, Zurich dan Mapbox. Anda tinggal membuka situs kemudian memiliki kota yang ingin anda ketahui perihal informasi banjir.

[Gambas:Video CNN]

Peta cukup mudah dibaca karena seolah seperti melihat peta di Waze atau Google Map. Peta mudah untuk digeser atau diperbesar dan diperkecil. Warna kuning untuk menandai kedalaman air antara 10-70 cm. Cokelat untuk ketinggian air 70-150 cm, dan merah untuk kedalaman di atas 150 cm.

2. Situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengelola situs memberikan peta rawan banjir yang bisa diakses secara terbuka. Situs ini (https://bnpb.go.id/) juga memberikan informasi secara real time yang selalu diperbarui.

Hanya saja, dalam situs ini Anda harus mencari peta sebaran di mesin pencarian di dalam situs. Berbeda dengan Petabencana.id, peta di situs ini memiliki format foto atau gambar. Sehingga tidak mudah untuk diperkecil, diperbesar atau digeser.


3. Situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Tak melulu soal cuaca BMKG juga turut mengelola situs yang memberikan peta rawan banjir.  Dalam situs ini (https://www.bmkg.go.id), BMKG juga memberikan prediksi wilayah-wilayah potensi banjir di Indonesia.

Potensi banjir ini merupakan hasil kerjasama dari 3 (tiga) instansi: BMKG, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dalam hal ini BMKG sebagai penyedia Informasi prakiraan Hujan Bulanan, PSDA PUPR menyediakan Daerah Rawan Banjir dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyiapkan peta dasar.


4. Situs BPBD 

Selain BNPB, Badan Penanggulanan Bencana Daerah pun biasanya menyediakan peta rawan banjir yang bisa digunakan. Situs BPBD Banten dan Kalimantan Timur sudah memberikan informasi ini disitus mereka. 

Untuk daerah kawasan sungai Citarum, Citarum.org juga memberikan peta rawan banjir mulai dari hulu di Bandung dan sekitarnya, hingga hilir Citarum di pantai utara Jawa.



(jnp/DAL)