Jembatan Lengkung LRT Kuningan Diklaim Jauh dari Sumber Gempa

CNN Indonesia | Selasa, 07/01/2020 12:09 WIB
Jembatan lengkung LRT Jabodebek yang terbentang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan diklaim jauh dari sumber gempa. Ilustrasi LRT Jabodebek yang melintas di Kuningan. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perancang jembatan lengkung LRT (Light Rapid Transit) Jabodebek dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Arvilla Delitriana mengatakan jembatan lengkung yang terbentang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan jauh dari sumber gempa.

"Jadi, banyak sumber-sumber gempa yang ada di Jakarta. Terdekat [lokasi sumber gempa] dengan LRT Kuningan sebenarnya tidak ada," kata Arvilla kepada awak media usai konferensi pers di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta, Senin (6/1).

Lebih lanjut kata perempuan yang akrab dipanggil Dina ini, kategori terdekat lokasi sumber gempa kurang dari lima kilometer. Selain itu, ia dan tim juga sudah membuat perhitungan terkait titik gempa yang ada di Jakarta.


Hitung-hitungan Dina berasal dari kombinasi antara tujuh sumber gempa dunia, salah satunya Jepang.


"Jadi kita mengkombinasikan 7 sumber gempa di dunia, ada dari Amerika, Maroko, dan juga Jepang. Angka gempa yang telah terekam itu kita skalakan dengan gempa yang ada di Jakarta, lalu kita hitung agar mendapatkan hasil yang paling maksimum," pungkasnya.

Uji coba LRT Jabodebek sudah dimulai sejak awal Oktober. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan dalam uji coba tahap awal, tidak ditemui kendala dalam uji coba transportasi massa itu.

"Kami mau speed up dan testingnya lebih panjang supaya nanti kelihatan ada isu apa tidak," katanya, Jumat (13/12).

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, rute uji coba kereta ringan (LRT)  akan diperpanjang dari Cibubur ke Cililitan. Saat ini, uji coba dilakukan untuk rute Cibubur-Ciracas sepanjang 5,5 kilometer (Km).

Saat ini, pembangunan konstruksi LRT Jabodebek telah mencapai 68 persen. Targetnya, LRT Jabodebek dapat beroperasi secara komersial pada 2021. Salah satu kendala pembangunan konstruksi adalah pembebasan lahan untuk depo di Bekasi Timur.

Proyek LRT Jabodebek sendiri telah berjalan sejak 2015 lalu dengan nilai investasi mencapai Rp29,9 triliun. LRT Jabodebek terdiri dari tiga lintas, yakni lintas Cawang-Cibubur, Cawang-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur.

(din/DAL)