Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan, AMMDes yang dikenal dengan sebutan 'mobil pak tani' atau 'mobil desa' bakal masuk jalur ekspor ke Nigeria dengan perkiraan pengapalan 10 ribu unit secara bertahap lima tahun. Seluruh unit itu bakal diserap oleh Dangote Group.
Lihat juga:Kemenperin Dorong AMMDes Punya STNK |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami kerja sama dengan semua pihak, mulai produsen, pihak ekspor, Kedutaan RI di Nigeria, ITPC di Nigeria, dan lembaga Pembiayaan, LPEI dan yang lainnya," kata Putu dikonfirmasi, Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam progress, semoga segalanya berjalan lancar ya," kata Putu tanpa menjelaskan jadwal pasti ekspor perdana.
AMMDes versi listrik. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Lihat juga:Spesifikasi AMMDes Listrik untuk Petani |
AMMdes merupakan kendaraan multiguna untuk membantu kegiatan masyarakat desa, namun hingga kini belum terdengar dijual pada pasar retail Tanah Air. Kendaraan tersebut diproduksi anak perusahaan Astra Internasional, Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI).
AMMDes diproduksi sejak Maret lalu di pabrik di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini berkapasitas 3.000 unit per tahun dan rencananya akan ditingkatkan menjadi 12 ribu unit per tahun pada 2020.
Selain sebagai alat transportasi, AMMdes juga bisa menjadi alat produksi. Menurut produsen, kemampuan alat angkut ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tergantung dari alat yang 'digendong', misalnya penjernih air, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, hingga membantu petani mengolah kopi. (ryh/fea)
AMMDes versi listrik. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)