Orang Terkaya Afrika Tertarik Beli Mobil Desa Produksi Bogor

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 11:35 WIB
Orang Terkaya Afrika Tertarik Beli Mobil Desa Produksi Bogor Presiden Joko Widodo mencoba mobil AMMDes yang dikemudikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dangote Group, perusahaan konglomerat multinasional asal Nigeria yang didirikan orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote, dikabarkan tertarik mengimpor Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) produksi Indonesia.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjelaskan, AMMDes yang dikenal dengan sebutan 'mobil pak tani' atau 'mobil desa' bakal masuk jalur ekspor ke Nigeria dengan perkiraan pengapalan 10 ribu unit secara bertahap lima tahun. Seluruh unit itu bakal diserap oleh Dangote Group.

Menurut laman Forbes, Aliko Dangote merupakan orang terkaya ke-136 di dunia dengan nilai kekayaan mencapai US$9,1 miliar. Dangote Group memiliki perusahaan produsen semen terbesar di Afrika, Dangote Cement, dan juga entitas lainnya di bidang manufaktur garam, gula, dan tepung.


Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Andika mengatakan demi mewujudkan pasar ekspor AMMDes, pemerintah merangkul semua elemen.

"Kami kerja sama dengan semua pihak, mulai produsen, pihak ekspor, Kedutaan RI di Nigeria, ITPC di Nigeria, dan lembaga Pembiayaan, LPEI dan yang lainnya," kata Putu dikonfirmasi, Rabu (8/1).

Putu bilang saat ini ekspor belum mulai, namun sudah masuk tahap persiapan. Kabarnya pengapalan tahap awal AMMdes ke Nigeria jumlahnya 1.000 unit.

"Dalam progress, semoga segalanya berjalan lancar ya," kata Putu tanpa menjelaskan jadwal pasti ekspor perdana.

Orang Terkaya di Afrika Tertarik Beli AMMDes Buatan BogorAMMDes versi listrik. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)


AMMdes merupakan kendaraan multiguna untuk membantu kegiatan masyarakat desa, namun hingga kini belum terdengar dijual pada pasar retail Tanah Air. Kendaraan tersebut diproduksi anak perusahaan Astra Internasional, Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI).

AMMDes diproduksi sejak Maret lalu di pabrik di Citeureup, Bogor, Jawa Barat. Pabrik ini berkapasitas 3.000 unit per tahun dan rencananya akan ditingkatkan menjadi 12 ribu unit per tahun pada 2020.

Selain sebagai alat transportasi, AMMdes juga bisa menjadi alat produksi. Menurut produsen, kemampuan alat angkut ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tergantung dari alat yang 'digendong', misalnya penjernih air, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, hingga membantu petani mengolah kopi. (ryh/fea)