"Saya mendapatkan paling minimal Rp300 ribu bersih setiap harinya, paling besar bisa sampai Rp700 ribu. Saya cuma berhenti kalau sedang makan ataupun salat. Makanya saya sering dijuluki Ratu Ngebid sama rekan-rekan driver lainnya," ujarnya, Medan, Rabu (15/1).
Namun cerita indah tidak selalu didapatkan Rabiatul saat menjadi pengemudi GrabCar. Saking semangatnya kerja, ia pernah diputus cinta karena kekasihnya merasa kurang diperhatikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rabiatul mengatakan tantangan tidak hanya datang dari kekasih saja. Keluarga juga sempat merasa malu karena Rabiatul menjadi pengemudi, padahal ayahnya seorang hakim di salah satu pengadilan agama. Namun, Rabiatul berusaha meyakinkan keluarga.
Rabiatul berpesan untuk para perempuan yang mungkin tertarik bergabung atau yang sudah bergabung menjadi mitra GrabCar agar tidak lemah dan manja. Rabiatul mengaku juga pernah lelah ataupun sakit karena lelah bekerja. Namun, dia mengesampingkan itu semua demi mengejar mimpi.
"Saya cengeng sebenarnya. Awalnya juga moody saat bekerja. Namun, itu semua tidak membuat saya lebih baik, justru saya tidak maksimal saat bekerja. Saya pikir perempuan bisa lebih baik saat bekerja bahkan dari laki-laki. Buktinya saya bisa melebihi pencapaian teman-teman pengemudi yang lainnya," tutupnya. (fef)