Sentuh Rp13,6 Kuadriliun, Saham Google Pepet Apple-Microsoft

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Jumat, 17/01/2020 19:20 WIB
Ketiga perusahaan asal Amerika Serikat 'balapan' untuk meningkatkan saham. Saham induk perusahaan mesin pencari Google, Alphabet Inc telah mencapai US$1 triliun. (Foto: google)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saham induk perusahaan mesin pencari Google, Alphabet Inc telah mencapai US$1 triliun atau sekitar Rp13.600 kuadriliun (US$1 = Rp13.658) menyusul dua perusahaan besar lainnya yakni Apple dan Microsoft.

Saat ini Apple menduduki peringkat pertama dengan saham perusahaan Amerika terbesar yakni US$1,4 triliun dilansir CNN, Jumat (17/1). Lalu diikuti Microsoft sebesar US$1,3 triliun dan Amazon dengan jumlah saham mencapai US$930 miliar.

Terlepas dari persaingan ketiga perusahaan asal Amerika Serikat, perusahaan PetroChina yang pertama kali meraup saham sampai US$1 triliun pada 2007.


Sementara itu di luar perusahaan milik Amerika, yaitu Saudi Aramco sangat bersinar untuk pencapaian saham. Perusahaan tersebut pada Desember 2019 mengumumkan telah mencapai saham sebesar US$2 triliun.

Sejauh ini faktor keberhasilan pertumbuhan bisnis Google yaitu didorong oleh bisnis komputasi awan (cloud) dan iklan.

Dilansir CNBC, salah satu perusahaan investasi Stifel pun sampai menaikkan investasinya menjadi US$1,525 dari US$1,325 atau naik sebesar 14 persen.

Sebab, saham Alphabet tahun lalu sempat menurun 7,5 persen dari harga saham US$67 miliar atau Rp907 miliar.

Selain itu, Alphabet mesti menghadapi sejumlah permasalahan budaya, termasuk investigasi terbaru oleh Dewan Hubungan Nasional Perburuhan Amerika Serikat hingga pemeriksaan antimonopoli.

Usai Alphabet Inc, layanan media sosial populer Facebook diprediksi akan menyusul. Sebab, saat ini kapitalisasi pasar Facebook senilai US$ 620 miliar. (din/mik)