Kartu SIM Dibobol, Ilham Bintang Rugi Ratusan Juta

CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 11:22 WIB
Kartu SIM Dibobol, Ilham Bintang Rugi Ratusan Juta Ilustrasi. Nomor ponsel Ilham Bintang dicuri dan menyebabkan rekeningnya dibobol dan rugi ratusan juta (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --
Wartawan senior, Ilham Bintang mengaku rugi ratusan juta akibat pembobolan rekening akibat pencurian nomor kartu subscriber identity module (SIM). CEO & Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah menyebut modus kejahatan tersebut dikenal dengan istilah SIM swap atau penukaran SIM.

Akibat tindak kejahatan ini, rekening Ilham dibobol pelaku. Melalui akun Facebook-nya, Ilham membeberkan kronologi modus pencurian yang dialaminya.

Ilham menceritakan kartu SIM Indosat miliknya diambil alih oleh pelaku. Pelaku ini mengaku sebagai dirinya dan meminta untuk mengganti kartu SIM di nomor 081680XXXXX. Ia lantas melaporkan kejahatan ini ke polisi.


"Saya rugi ratusan juta," tulisnya ketikadihubungiCNNIndonesia.com, Senin (20/1).

Saat itu dirinya sedang berada di Sydney, Australia. Singkat cerita, Indosat kemudian meloloskan pelaku dalam proses verifikasi.

"Jumat ( 3/1/2020) pukul 21.02 WIB seseorang datang ke gerai Indosat di Bintaro Jaya XChange. Dia, entah siapa, mengaku Ilham Bintang, minta ganti simcard. Permintaan itu dipenuhi," kata Ilham seperti yang dikutip dari akun Facebooknya, Senin (20/1).

Alhasil ponsel yang Ilham pegang di Sydney tidak menerima sinyal sama sekali. Ilham mengaku heran karena dirinya telah membeli paket roaming yang ia gunakan untuk liburan akhir tahun di Australia. Ia telah membeli paket itu sejak tiba di Sydney pada 30 Desember 2019.

[Gambas:Video CNN]

Di bandara Sydney, Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 06.00 layar di ponsel Indosat saya muncul tulisan 'SOS'. Saya sudah lima hari di Sydney. Pagi itu saya bertolak menuju Melbourne," ujar Ilham.

Ilham mengatakan penukaran kartu tersebut mengakibatkan pembobolan rekeningnya di Commonweath Bank. Selain itu kartu kredit BNI-nya juga digunakan oleh pelaku pada 4,5, dan 6 Januari.

"Rekening saya di Commonwealth Bank dibobol, sampai untuk menarik uang bilangan kecil saja pun tidak bisa lagi. Di Kartu Kredit BNI saya ada transaksi yang tidak saya lakukan kurun 4,5,dan 6 Januari," kata Ilham.

Lebih lanjut ia mengakui baru mengetahui pembobolan itu pada Senin (6/1) siang waktu Melbourne. Pihak Commonwealth Bank mengkonfirmasi hal tersebut dan memberi tahu Ilham bahwa saldonya dikuras dengan cara melakukan transfer hampir seratus rekening.

Lebih lanjut, Bintang mempertanyakan proses validasi penggantian kartu SIM oleh Indosat. Sebab, menurut keterangan yang ia tulis dalam laman Facebook ia tidak dijelaskan bagaimana mekanisme verifikasi dan validasi penggantian simcard oleh pelaku kejahatan itu.

"(Pihak Indosat menghubungi) dalam percakapan telepon, dia menyebutkan ada yang datang ke gerainya mengaku Ilham Bintang. Namun, tidak dijelaskan seperti apa mekanisme verifikasi dan validasi penggantian simcard di Indosat," tulisnya.

kemudian membandingkan proses verifikasi dan validasi Indosat dengan proses penggantian kartu SIM di Telkomsel.

Menurutnya, setidaknya ada tiga proses verifikasi dan validasi saat ia mengganti kartu SIM di Telkomsel. Proses verifikasi pertama, petugas Telkomsel meminta KTP, meminta tiga nomor yang biasa dihubungi dari nomor Telkomsel, dan meminta menyebutkan nama ibu kandung. Setelah itu ia diminta menandatangani formulir.

(jnp/eks)