Jika Berlebihan, Modifikasi Cuaca Ganggu Persediaan Air Tanah
Rabu, 22 Jan 2020 05:53 WIB
Ilustrasi. Pasokan air tanah bisa terganggu jika operasi modifikasi cuaca dilakukan berlebihan.(ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
Namun, Kepala Balai Besar TMC BPPT, Tri Handoko Seto mengatakan operasi TMC yang saat ini dilakukan BPPT tidak akan mengganggu pasokan air tanah. Sebab, operasi itu tak dilakukan secara terus menerus.
"Benar kalau (TMC) dilakukan terus-menerus sepanjang tahun untuk kurangi curah hujan, maka betul pasokan air terganggu. (Tapi) TMC ini tidak terus menerus, kami selektif lakukan TMC," ujar Tri kepada CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).
Lihat juga:BPPT: Modifikasi Cuaca Tak Picu Hujan Asam |
Tri mengatakan operasi TMC paling lama berlangsung selama dua bulan. Sementara untuk kawasan Jabodetabek, operasi TMC rencananya akan dilakukan selama satu setengah bulan. Operasi TMC sendiri dilakukan berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG.
"Kalau tidak terlalu berbahaya kita hanya lakukan satu kali operasi TMC per hari, kalau sangat berbahaya. Kita bisa empat kali operasi. Kita benar-benar perhatikan kebutuhan Jakarta akan hujan juga," ujar Tri.
Tri mengatakan pihaknya juga telah melakukan uji coba untuk mengukur dampak TMC. Ia mengklaim TMC tak memberikan dampak signifikan pada kualitas air.
"Kami sudah beberapa kali melakukan pengukuran sampel pada kegiatan TMC. Tidak ada perubahan yang signifikan pada kualitas air sebelum, selama, dan setelah TMC," kata Tri.
TMC dilakukan dengan perhitungan untuk mengurangi curah hujan. Sebab, curah hujan yang tinggi jadi penyebab banjir. Sehingga menurutnya operasi TMC tak akan mengurangi pasokan air tanah.
Tri mengatakan intensitas operasi TMC dilakukan berdasarkan tingkat ancaman banjir. Semakin tinggi potensi banjir, semakin banyak pula operasi TMC yang dilakukan.
"Ketika ancaman banjirnya kuat maka TMC dilakukan dengan empat sorti penerbangan. Jika ancaman tidak ada maka tidak ada penerbangan. Tanggal 13 dan 14 Januari kami tidak melakukan operasi TMC karena tidak adanya ancaman banjir," kata Tri.
Kepala BPPT, Hammam Riza justru menyoroti masyarakat yang menggunakan air tanah secara berlebihan. Hal ini akan mengganggu siklus hidrologi.
"Siklus hidrologi pemakaian air tanah oleh penduduk atau masyarakat yang berlebihan yang menyebabkan kerusakan," kata Hammam. (eks/jnp/eks)
ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
Begini Cara Cek Pasangan Lewat Google Maps di HP Android dan iPhone
Teknologi • 1 jam yang laluMenkomdigi Sorot Potensi AI Ancam Media dan Jurnalis
Teknologi • 44 menit yang laluMasih Jadi Momok, Ini Sebaran 14 Titik Zona Megathrust di Indonesia
Teknologi • 8 jam yang laluDeret Negara Ini Makin Ngebut Beralih ke Energi Bersih, RI Gimana?
Teknologi • 9 jam yang laluNiat Promo Rp23 Ribu, Bithumb Malah Kirim Bitcoin Rp717 T ke Pengguna
Teknologi • 15 jam yang laluLAINNYA DARI DETIKNETWORK